MATA HATI

deru suara hati

TAMAN KANAK KANAK – TAMAN YANG PALING INDAH


TKDalam suatu kesempatan saya diajak oleh istri untuk mendampinginya menemui Ibu kepala sekolah sebuah lembaga pendidikan Islam di Denpasar, untuk melakukan wawancara sebagai salah satu persyaratan untuk melanjutkan pendidikan Jasmine ke TK setelah sebelumnya menamatkan level Play Group.

Sebelumnya kami berdua sempat berdiskusi tentang hal ini dan dengan kesal menyatakan kengganan saya untuk datang kesana. Dengan sedikit nada tinggi saya bilang,”Kenapa sih harus datang berduaan segala ? papi kan banyak kerjaan yang gak bisa ditinggal !”

Istriku kemudian berkata , “Pi, kata orang tua teman Jasmine datangnya harus lengkap ayah dan ibunya!”. Akhirnya dengan berat hati sayapun menyanggupinya untuk datang bersama sama istri menuju ke sekolah Jasmine. Namun apa daya saat hendak masuk kedalam mobil handphone saya berdering menandakan sebuah pesan masuk yang memerintahkan saya harus menuju ke kantor karena di panggil Pak Direktur.

Kemudian saya bilang ke istri, “ Masa sih nggak bias mami sendiri yang kesana, coba dulu deh!”. Istrikupun menyetujui dan langsung berangkat menuju ke sekolahnya Jasmine sambil menuntun si bungsu bersamanya.

Malam harinya sepulang kantor istrikupun menceritakan hasil pertemuannya dengan kepala sekolah TK tersebut dan dengan sedikit kesal ia mengatakan bahwa dirinya di tolak, dengan tegas Ibu Kepsek mewajibkan kedua orangtua harus hadir lengkap untuk melakukan wawancara sebagai persyaratan wajib bagi calon murid untuk diterima bersekolah di sana.

Keesokan lusanya dengan terlebih dahulu minta ijin dengan Pak Direktur saya berangkat tepat pukul delapan pagi menuju ke sekolahnya Jasmine. Setelah menunggu hamper 15 menit kemudian kami berdua dipersilahkan masuk ke ruang kepala sekolah untuk memulai wawancara.

Ruangan tersebut berbentuk  persegi dengan luas sekitar 2 x 1,75 meter berdinding triplek berwarna biru lembut , berisikan sebuah meja kerja dan dengan 2 kursi tamu serta sebuah rak buku yang hanya terisi setengahnya. Ruangan tersebut sangat sedehana namun terasa nyaman dan teduh sehingga seketika menerbitkan perasaan nyaman di hati kami berdua.

Ibu Kepala sekolah kemudian mengucapkan salam dan memperkenalkan diri sebagai Ibu Sarah , dengan nada ramah ia menyatakan perasaan bahagianya dapat bertemu kami berdua. “Mohon maaf bapak dan ibu telah menyita waktunya untuk datang ke sini. Sekolah kami memang mewajibkan hal ini, karena kami ingin mengenal secara pribadi kedua orang tua siswa sekaligus menjelaskan berbagai hal tentang tata tertib, peraturan dan hak siswa di sini”.

Penerimaan yang ramah tersebut terus terang saja menerbitkan sedikit perasaan menyesal di hati karena sempat menyepelekan acara ini dan menganggapnya tidak penting serta tidak bermanfaat. Ibu Sarah kemudian menambahkan,” Bapak dan Ibu perlu diingat bahwa di sekolah inilah nanti selama sekian jam anak ibu akan kami didik dan latih untuk menjadi anak yang solehah dan mandiri, kami juga ingin meyakinkan bahwa anak ibu aman selama di dalam lingkungan sekolah sehingga bapak dapat bekerja dengan tenang di kantor”.

Kamipun berdua menurut saja ketika harus di foto bersama setelah mendapat penjelasan bahwa ini untuk memastikan bahwa kami adalah orang tua sebenarnya dari Jasmine , juga untuk mengantisipasi bahwa ketika pulang sekola yang menjemput si anak adalah benar benar orang tua,keluarga atau orang yang dikenal oleh si anak.

“Perlu saya tambahkan agar bapak dan ibu benar benar dapat memberi suri tauladan yang baik bagi anak anaknya”. Dalam hati saya membatin , tentu saja setiap orang tua pasti ingin selalu memberi tauladan yang baik bagi anak anaknya. Siapa sih yang mau kasih contoh jelek sama anak ?

 Belum selesai saya membatin , Ibu Sarah degan suaranya yang ramah kembali bilang , “ Bapak , Ibu jangan lupa kalau anak adalah MESIN FOTOCOPY YANG PALING CANGGIH !”.  Kami sebagai guru sering kali menyaksikan pada saat jam istirahat seorang anak dengan polosnya menirukan mimik muka marah sambil nyerocos dengan nada tinggi pada temannya. Kemudian si anak dengan santai ngomong ke sang teman, “Gitu loh kalau mamaku lagi marah dan cerewet sama papaku!”

Pada kesempatan lain seorang anak berjalan dengan sedikit aneh sambil bilang pada temannya, “ Gini lho gaya bapakku kalau lagi jalan…keren kan……!”

Atau pada suatu ketika salah seorang siswi saat mendengar suara bentakan secara otomatis menunduk sambil melindungi mukanya seakan akan hendak dipukul, setelah diajak bicara baik baik oleh guru ternyata sang anak secara reflek menirukan sikap ibunya yang sering kali dipukuli oleh ayahnya yang pemarah.

Kata kata “mesin fotocopy paling canggih” begitu melekat di hati dan pikiran saya. Dengan jujur saya harus mengakui bahwa Ibu Sarah benar benar seorang pengajar yang baik dan berpengalaman . Dan pertemuan ini saya rasakan sangat bermanfaat bagi kami berdua dalam mengasuh dan membesarkan putri kami Jasmine untuk selanjutnya .

Tidak salah rasanya keputusan menitipkan anak kami untuk bersekolah di sini yang begitu memperhatikan pendidikan serta kejiwaan anak. Sambil berjalan keluar dari sekolah menuju kendaraan  dengan disertai wajah yang jauh lebih tenang dan lega dari sebelumnya sayup sayup terdengar lagu yang sangat saya kenal yang dinyanyikan oleh sekelompok anak TK secara beramai ramai, begini lagunya :

TAMAN YANG PALING INDAH

HANYA TAMAN KAMI….

TAMAN YANG PALING INDAH

TAMAN KANAK KANAK….

 

TEMPAT BERMAIN

BERTEMAN BANYAK….

TAMAN YANG PALING INDAH

TAMAN KANAK KANAK….

 

Ditulis di meja jati tua untuk dibaca oleh semua.

Negara, akhir Agustus 2014

26/08/2014 - Posted by | Keluarga

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: