MATA HATI

deru suara hati

PENIPU YANG TERTIPU


tipuPenipu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI berasal dari kata tipu yang berarti :

“perbuatan atau perkataan yg tidak jujur (bohong, palsu, dsb) dengan maksud untuk menyesatkan, mengakali, atau mencari untung; kecoh”.

Sedangkan penipu berarti : orang yang melakukan perbuatan tipu atau menipu.

Saya yakin bahwa setiap oarng yang hidup di dunia ini pasti tidak ada yang mau tertipu , semua mengharapkan dapat hidup dengan damai sejahtera dalam dunia yang penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan .

Begitu bencinya umat manusia dengan penipu maka sejak manusia tinggaldi atas permukaan bumi , sejarah telah mencatat berbagai legenda ,hikayat , dongeng , buku ,lukisan.pahatan.relief dlll yang menceritakan tentang orang yang menipu dan hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

Perbuatan menipu begitu dibenci sehingga pada jaman dahulu ketika dunia belum seperti dunia yang kita kenal saat ini penipu dapat dengan mudah kehilangan nyawa karena lidahnya atau yang paling ringan adalah mendapat sanksi sosial berupa pengucilan dan dijauhkan dari masyarakat serta hidup sebagai orang terbuang hingga akhir hayatnya.

Ketika kemudian manusia memasuki peradaban yang lebih moderen dimana hukum tertulis  sudah mulai dikenal maka sanksi dan hukuman terhadap penipu tidak pernah terlewat oleh pasal pasal yang tertulis dalam kitab hukum manapun yang ada di muka bumi ini.

Prolog diatas menunjukkan bagaimana perbuatan menipu dan orang yang menipu sudah secara universal dianggap sebagai perbuatan yang tercela dan bertentangan dengan hukum .

Namun kita kadang lupa sesungguhnya manusia juga senang ditipu dan bahkan menjadi terhibur olehnya. Manusia senang ketika melihat seorang pesulap menampilkan keahliannya , mereka tidak marah bahkan tertawa bahagia dan terhibur dengan tipuan tersebut.

Hingga diakhir pertunjukkan mereka akan tersenyum lebar , bahkan hingga berdiri dan memberikan tepuk tangan yang begitu meriah pada sang pesulap. Sungguh aneh bukan; penipu …… tapi dielu elukan dan kadang dibayar mahal hanya untuk mempertunjukkan keahliannya.

Belum lagi jutaan manusia seperti melupakan segalanya , semua terdiam membisu kala mereka tersihir dengan filem yang diputar di berbagai gedung bioskop.

Penonton seakan terbawa dalam cerita yang dikisahkan dalam filem tersebut larut dalam fantasinya masing masing tanpa sadar…..bahwa sekali lagi mereka tertipu oleh sang sutradara dan kecanggihan teknologi perfilemen yang sudah sedemikan majunya.

Saya , anda kita semua mengeluarkan uang yang tidak sedikit hanya untuk berbondong bondong digiring masuk kedalam gedung bioskop dan selanjutnya ditipu secara serentak tanpa memberikan protes sedikitpun,sekali lagi……. sungguh aneh tapi nyata.

Ternyata dalam keseharian kita sesungguhnya juga selalu tertipu dengan apa yang sering terlihat dan terdengar. Kita tertipu oleh pandangan kita terhadap orang lain dan dunia ini. Kita tertipu oleh bujuk rayu dan manisnya kata kata sehingga terbuai untuk tanpa sadar melakukan apa saja dengan sukarela sesuai harapan sang penipu.

Saat ini jutaan masyarakat indonesia juga terbuai dengan janji janji para calon legislatif yang tengah berkampanye  , mereka berjanji akan berjuang dan bertiundak  mewakili rakyat dengan barter meilih mereka saat pemungutan suara nanti.

Namun ketika nanti kelak mereka terpilih dan duduk diats kursi empuk serta sejuknya ruangan berpendingin udara di senayan , maka mereka hanya akan berjuang dan bertindak demi kepentingan diri sendiri dan golongan tertentu , lupa akan janji janjinya dulu.

Dan sepertinya semua kitab hukum seakan lupa memasukkan pasal pasal tentang ingkar janji saat kampanye sehingga tidak pernah tersentuh oleh hukum dan terus berlangsung tanpa kesudahan hingga kini dan mungkin nanti atapun mungkin juga selamanya.

tipuuDari semua jenis penipu yang kita kenal maka menurut saya kelas penipu dengan kasta tertinggi adalah penipu yang menipu dirinya sendiri. Menipu diri sendiri dengan berlagak kaya dan royal pada semua orang , padahal ia hidup dengan gali lubang tutup lubang kumpulan hutang.

Menipu diri sendiri dengan merasa ganteng atau cantik tapi lupa bahwa ganteng dan cantik yang sesungguhnya ada pada perilaku dan tindakan bukan dari penampilan. Menipu dengan senyum yang manis dan kata kata yang indah padahal hatinya penuh dengan kebencian.

Kasta penipu kelas berat ini  tertipu oleh nafsu keserakahan, tertipu oleh impian yang tak kunjung habis , tertipu oleh gemerlap dunia seakan lupa bahwa kita sesunggunya hanya terbuat dari kumpulan tulang dan daging yang kemudian diberi ruh oleh Allah SWT untuk hidup.

Dan kita sering kali lupa bahwa kehidupan juga punya batasan , kulit yang mulus akan menjadi keriput , tulang yang kokoh akan menjadi keropos bahkan nyawa yang kita milikipun akhirnya akan kembali pada Allah sang maha pencipta.

Tapi kita terus saja berlari sekencang kencangnya tanpa henti untuk mengejar dunia……..untuk tertipu atau sebaliknya untuk menipu yang lainnya . Lalu kita harus bagaimana ?

Semua jawaban tersebut sesungguhnya sudah ada didalam hati kecil kita masing masing , teeruslah bersyukur atas segala nikmat , berbuat kebaikan dan menebar kebaikan dengan mengikuti kata hati , bukan hawa nafsu untuk selanjutnya taat , berserah diri pada Allah sang pemberi dan pengambil kehidupan .

Semoga saja kita semua termasuk golongan orang yang demikian , agar kita tidak tertipu oleh diri sendiri dan kehidupan dunia yang melenakan.

 

Jembrana , Maret 2014

Ditulis saat hari raya Nyepi sebagai intropeksi bagi diri sendiri.

 

 

 

 

23/04/2014 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: