MATA HATI

deru suara hati

KURSI DPR & HARGANYA


kursiii Berita , obrolan dan diskusi yang paling asik saat ini apa lagi kalau bukan obrolan politik. Alhamdulillah Polri telah berhasil mengamankan proses pemungutan suara tanggal 9 April kemarin sehingga dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Hal ini bukanlah kerja hasil keras Polri seorang tapi merupakan kerja keras segenap komponen bangsa dan terutama masyarakat Indonesia yang kian dewasa dan makin sadar akan hak politiknya .

Terbukti bahwa hasil survey menyatakan bahwa dalam pemilu kali ini tingkat partisipasi pemilih mencapai 75 % sungguh perkembangan yang menggembirakan bagi kita semua.

Saat melaksaanakan patroli mengontrol pelaksanaan penghitungan suara di TPS sekaligus mengecek kesiapan anggota yang melaksanakan pengamanan di Kec Pekutatan Kabupaten Jembrana secara tidak sengaja kami bertemnu dengan Ketua Panwaslu Jembrana yang juga sedang keliling. Sambil menyaksikan jalannya proses pemungutan suara obrolan kami beralih pada cara meraih kursi di legislatif dan cara penghitungannya.

Karena apapun juga pemilu kali ini adalah untuk menentukan siapa yang berhak mewakili rakyat dan partai pengusungnya untuk duduk di DPR sesuai daerah pemilihan dan tingkatan lembaga legislatif yang dituju sang calon.

Dari hasil obrolan tadi saya mendapatkan pengetahuan baru tentang bagaimana cara menentukan seorang calon legislatif memenuhi persyaratan dan berhak untuk mendapatkan kursi di dewan, yang semuanya sangat ditentukan dengan apa yang dinamakan dengan Bilangan Pembagi Pemilih ( BPP ).

BPP  : harga sebuah kursi di satu daerah pemilihan yang berasal dari jumlah pemilih dibagi jumlah kursi.

kursiBPP DPRD: Bilangan Pembagi Pemilihan bagi kursi DPRD adalah bilangan yang diperoleh dari pembagian jumlah suara sah dengan jumlah kursi di suatu daerah pemilihan untuk menentukan jumlah perolehan kursi partai politik peserta pemilu dan terpilihnya anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

Bingung kan ??? Untuk lebih mudah mencernanya saya akan coba mengilustrasikannya sebagai berikut :

Kabupaten X  ( 38 Kursi di Dewan )

Jumlah Dapil   :  4  ( R , S , T dan U )

Jumlah Parpol / kontestan                           : 5 ( PARTAI A , B , C , D dan E)

Jatah Kursi Dapil  R                                              : 10 kursi

SUARA SAH                                                             : SUARA PARPOL & CALEG

DPT ( Daftar Pemilih Tetap )                              : 12.000

Hasil penghitungan di TPS / SUARA SAH       : 10.000 ( gabungan suara partai & caleg )

BPP / Bilangan Pembagi Pemilih                       : 10.000 : 1o = 1000

Harga satu kursi di Dapil Y                                  : 1000  suara

Kursi  akan diberikan pada CALEG dengan perolehan suara terbanyak

HASIL REKAP PENGHITUNGAN SUARA DI DAPIL Y

PARTAI  A               :  2300    dapat   2   kursi dgn sisa    500    suara

PARTAI  B               :  1700    dapat   1   kursi dgn sisa    700    suara

PARTAI  C               :  2450    dapat   2   kursi dgn sisa    450    suara

PARTAI  D               :  2750   dapat   2   kursi dgn sisa    750    suara

PARTAI  E               :   800    dapat    –   kursi dgn sisa    800   suara

                                     ———- +         —- +

TOTAL                      : 10.000                7

ARTINYA :

Jatah Kursi   : 10

Perolehan     :  7

Sisa                 :  3

Lalu bagaimana dengan yang 3 kursi  ?

Maka akan dilakukan perangkingan  dari SISA SUARA yang ada tadi sehingga diperoleh :

PARTAI E   :  800 SUARA

PARTAI D   :  750 SUARA

PARTAI B   :  700 SUARA

PARTAI A   :  500 SUARA

PARTAI C   :  450 SUARA

Dan diambil rangking yang 3 besar , dengan  demikian sisa 3 kursi akan diperoleh oleh Partai E, D dan B

Pertanyaan selanjutnya kemana 3 suara tadi akan pergi karena :

Partai D  sudah mendapatkan 2 kursi

Partai B  sudah mendapatkan 1 kursi

Partai E   NIHIL  kursi alias NOL

JAWABANNYA :

Walaupun dibawah BPP ( 1000 suara ) maka sesuai dengan Undang-Undang nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilu anggota DPR dan DPRD maka sesuai perangkingan 3 kursi tadi akan diberikan kepada :

Caleg Partai E dengan suara terbanyak

Caleg Partai D dengan suara terbanyak nomor 3 di partainya

Caleg Partai B dengan suara terbanyak nomor 2 di partainya

Jadi walaupun BPP menyatakan harga 1 kursi adalah 1000 suara namun berdasarkan ketentuan diatas seorang Caleg dapat duduk menjadi anggota Dewan di Kabupaten dengan perolehan suara dibawah BPP seperti halnya Partai E yang hanya dengan 800 suara bisa mendapatkan 1 kursi di Dewan.

Mudahan penjelasan saya tadi dapat bermanfaat untuk memudahkan kita dalam memahami bagaimana cara menentukan kursi di dewan.

Negara , 10 April 2014

Ditulis di Jembrana untuk siapa saja yang mau membacanya…..

10/04/2014 - Posted by | Bebas

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: