MATA HATI

deru suara hati

SMA TARUNA NUSANTARA DAN SEPENGGAL KISAH NOSTALGIA


TNSalah seorang pamong atau sebutan untuk guru di SMA Taruna Nusantara yaitu Pak Cecep Iskandar menceritakan suatu kisah yang di posting di Facebook tentang pengalamannya dalam menghadapi tingkah laku dan polah para siswa jaman dulu  .

Dan kemudian menjadi sumber inspirasi buat tulisan dalam blog saya kali ini. Pak Cecep dengan logat sundanya yang kental dan mengajar mata pelajaran Biologi merupakan salah seorang guru favorit diantara para siswa generasi kami alias generasi pertama pada periode 1990 – 1993 , atau bahkan mungkin sampai sekarang….? Kalau Pak Cecep atau adik adik kelas sempat membaca blog  ini silahkan dikomentari sendiri he..he…he…

Cerita ini terjadi pada masa masa terakhir saya di SMA dengan seorang sahabat karib yang bernama Agus Nurpatria , saya tidak begitu ingat lagi siapa yang punya ide pertama kali tapi intinya kami berniat melakukan beberapa  kenakalan sebagai kenang kenangan terakhir di SMA. Namanya juga anak muda pasti maunya selalu mencoba coba dan mau tahu tentang segala hal seperti yang dibilang oleh Om Rhoma Irama dalam lagunya DARAH MUDA :

Darah muda darahnya para remaja

Yang selalu merasa gagahTak pernah mau mengalah

Masa muda masa yang berapi-api

Yang maunya menang sendiri

Walau salah tak perduli

Darah muda…..

Akhirnya kami sepakat untuk melakukan beberapa hal , tapi yang masih saya ingat dengan baik hanya dua  saja yaitu :

TIDUR DI DALAM KELAS

kelasMelanggar nggak ? Ya jelas melanggar dong ! Dari namanya saja sudah ruang kelas kegunannya untuk belajar bukan untuk tidur. Pada suatu malam usai melaksanakan apel malam sebagai tanda berakhirnya segala aktivitas siswa dan dilanjutkan dengan kegiatan tidur saya dengan Agus menggunakan jaket training berwarna biru mengendap ngendap dari graha (sebutan untuk asrama) menuju ke ruang kelas.

Setelah memastikan satpam sekolah tidak berpatroli dengan sepedanya kami berjalan mengendap endap melewati ruang makan , GOR hingga sampai ke ruang kelas 3 Bio 1 yang berada di ujung Barat lapangan sepak bola. Setelah sampai ke ruang kelas kami langsung menyeret beberapa kursi dan menggabungkannya menjadi satu sebagai pengganti kasur dan sarung sebagai pengganti bantal. Sedangkan Agus lebih memilih tidur diatas beberapa meja yang dijejer mepet tembok biat tidak terjatuh. Setelah mengobrol ngalor ngidul sambil was was ketahuan akhirnya kami tertidur karena kelelahan dan terbangun saat terompet senam pagi berbunyi untuk kemudian berlari lari menuju ke graha untuk senam pagi.

 

BERADA DILUAR LINGKUNGAN SEKOLAH TANPA IJIN

halKetimbang cuma tidur dalam kelas , apa yang akan kami lakukan selanjutnya jelas jelas lebih berbahaya dengan resiko yang juga sangat tinggi dengan sanksi mendapat teguran keras , pengurangan nilai kepribadian hingga dikeluarkan dari sekolah karena melanggar PERDUPSIS ( Peraturan Kehidupan Siawa ) .

Tapi baru saya sadari sekarang bahwa sanksi diatas tidak pernah terpikir sama sekali oleh kami berdua saat itu, yang ada cuma dorongan adrenalin yang begitu kuat untuk kabur ……pokoknya lakukan saja yang penting nanti punya cerita dan pengalaman yang tidak mungkin dilakukan atau disamai oleh teman kami yang lain.

Kegiatan ini kami lakukan dimalam berikutnya dengan waktu antara setelah makan malam jam 18.oo sampai ke waktu apel malam jam 21.30 , waktunya cuma sekitar 3 jam. Dengan menggunakan bawahan seragam sma , sepatu olah raga dan baju kaos preman kami siap melaksanakan aksi.

Kali ini rutenya ruang makan, GOR , lapangan apel kelas 3 dan kemudian menyelinap di lorong kecil yang mengarah ke halaman di sisi Utara yang ditanami dengan tanaman langka miliki seluruh siswa. Malam yang gelap tanpa bulan yang bersinar ditambah lagi memang area tersebut selalu gelap sangat menguntungkan kami berdua untuk beraksi. Apalagi saat itu sudah tidak ada lagi kegiatan belajar malam oleh siswa kelas 3 karena kami sudah selesai mengikuti Ebtanas jadi tidak mungkin kami terlihat dari ruangan kelas.

Walaupun di sisi  utara lapangan bola terdapat sebuah pintu kecil yang kami selalu lewati saat sholat jumat untuk berjalan kaki menuju Mesjid panca Arga 2 , tentunya kami nggak bodoh bodoh amat untuk memilih pintu tersebut untuk kabur keluar sekolah. Maka kami memilih rute dengan melewati pagar kawat berduri di dekat menara air.

Rute ini sudah pernah kami survey pada saat olah raga sore , tepat dibagian yang kawat berdurinya sudah agak longgar dan memungkinkan badan kami melewatinya tanpa hambatan yang berarti.  Setelah memastikan tidak ada kendaraan yang lewat kami mulai meloloskan diri melewati kawat berduri dan cuma butuh waktu 3 menit saja maka kami berdua sudah berada di luar lingkungan sekolah, kok rasanya udara jadi seperti lebih segar dibandingkan di dalam lingkungan sekolah.

PAYang saya ingat kami cuma berjalan jalan saja melewati komplek Panca Arga II sambil ngobrol tentang masa masa sekolah yang telah kami lewati, perasaan bahagia saat dinyatakan lulus di tingkat pusat dan secara resmi dilantik menjadi siswa SMA TN angkatan pertama, bisa mengenal teman teman dari seluruh Indonesia serta cita cita kami setelah nanti lulus.

Rute jalan yang kami lewati sudah tidak begitu saya ingat lagi karena hal tersebut sudah lewat 21 tahun yang lalu yaitu tahun 1993…..wah ternyata sudah tua juga ya saya sekarang he…he…… Tapi kami sama sekali tidak takut tersesat ataupun nyasar karena areal di Perumahan Panca Arga II tersebut sudah sangat kami kenal karena sering dilewati baik saat pesiar ataupun saat kami harus mengikuti latihan lapangan di luar sekolah. Kurang lebih 45 menit menjelang apel malam kami sudah sampai kembali ke pagar kawat tempat kami tadi keluar dan setelah dirasa aman kami kembali masuk kedalam lingkungan sekolah tercinta…..dan artinya kami berdua bisa teriak AMAAAAAAANNNNNNN……sambil tertawa lebar dan senyum senyum sendiri berdua.

Dan sekarang kisah tersebut untuk pertama kalinya saya ceritakan , mudah mudahan sobat saya Agus Nurpatria sempat membaca tulisan ini dan bisa sedikit terhibur kalau mengingat kenakalan yang pernah kita lakukan dulu.

Untuk almamater tercinta di Magelang : Kami tidak akan pernah lupa dan selalu rindu untuk pulang kesana……

Negara 24 Maret 2014

Ditulis di Jembrana untuk dibaca oleh kawan seperjuangan dimanapun kalian berada ……….

25/03/2014 - Posted by | Bebas

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: