MATA HATI

deru suara hati

PEMILU & PESTA DEMOKRASI….PESTANYA SIAPA ?


pemilu1 Kalau kita rajin menyimak berbagai berita yang disampaikan baik melalui media elektronik , cetak maupun media sosial maka kalimat yang menyatakan bahwa tahun 2014 sebagai tahun politik akan sering kali kita dengar. Hal ini menandakan bahwa saat ini semua partai politik beserta komponennya yang terdiri dari para pentahana, pendatang baru , tim sukses , simpatisan dan pendukung sudah mulai memanaskan mesin mesinnya.

Dan otomatis negara selaku penyelenggara pemilu yang diwakili oleh KPU dan Panwaslu sejak tahun lalu sudah mulai sibuk mempersiapkan hajatan besar lima tahun sekali ini dengan sebaik baiknya agar berlangsung meriah, aman dan lancar  serta berakhir dengan dilantiknya para wakil rakyat yang baru demikian juga Pasangan Presiden dan Wapres baru untuk periode lima tahun kedepan.

Dalam berbagai acara tingkat Kabupaten yang dihadiri oleh Bupati dan Ketua DPRD sebagai mitra kerja kami masalah pemilu ini sudah barang tentu menjadi topik yang tidak terelakkan , baik omongan basa basi ataupun omongan yang memang serius. Apalagi mereka  memang produk dari proses politik dan sebelumnya memang terlibat langsung dalam politik praktis sehingga sarat dengan berbagai pengalaman dan benar benar memahami dengan baik hiruk pikuk politik menjelang pemilu ini.

Dalam kehidupan sehari hari masyarakat Bali dimana agama dan adat tradisi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan serta menjadi sendi dasar kehidupan masyarakat , secara tidak langsung menjadi entry point sekaligus peluang emas bagi para caleg untuk menarik simpati masyarakat guna memperoleh dukungan .

Bila kita melihat kalender khas Bali maka dapat kita lihat secara lengkap secara lengkap jadwal hari hari besar plus jadwal persembahyangan untuk dijadikan pedoman bagi para umat Hindu Bali untuk melakukan aktifitas keagamaan. Belum lagi acara adat seperti melasti , melaspas,mecaru , otonan,potong gigi,ngaben dll.

Sehingga sampai muncul akronim dari Bali adalah banyak libur , walau dalam kenyataannya hal tersebut tidak menjadi masalah besar dalam keseharian hidup dan tidak mengganggu aktifitas sehari hari baik dalam pekerjaan maupun pendidikan, itulah luar biasanya Bali.

simakaramaBerbagai macam acara keagamaan dan adat diatas tadi ternyata dimanfaatkan oleh para Caleg untuk tebar pesona dan dengan alasan memberikan amplop atau uang sebagai sumbangan untuk acara adat tersebut namun makna sesungguhnya dibalik itu adalah agar mereka memilih sang calon saat pencoblosan nantinya.

Kemudia Pak Bupati sambil bergurau mengatakan kepada saya , ” sekarang ini yang paling untung adalah masyarakat , bahkan sampai upacara kematian atau ngaben yang dalam masyarakat bali biasanya menghabiskan banyak biaya maka sang tuan rumah atau yang kemalangan bisa untung karena sumbangan mengalir tanpa henti entah dari mana,bahkan bisa sampai puluhan juta rupiah”.

Hal tersebut diatas terjadi karena semua caleg yang berada di daerah pemilihan tersebut akan berlomba lomba menarik simpati masyarakat , bahkan fenomena yang berkembang saat ini adalah para caleg tersebut yang otomatis mempunyai tim sukses di wilayah itu akan menjadi semecam mata mata dan memberikan info tentang siapa saja caleg yang sudah datang ke acara tersebut.

Lalu saya bertanya , ” Apa maksudnya berbuat demikian ?”. Dan kemudian dijawab oleh pak Bupati , ” Untuk menanyakan berapa sumbangan yang mereka berikan , karena sudah jamak sumbangan tersebut berikut besaran jumlahnya akan diumumkan ke khalayak ramai!”.

pemilu 2Saya bertanya lagi , ” Mengapa ditanyakan besarnya sumbangan ?”. Pak bupati bilang , ” Agar sang caleg bisa memberikan sumbangan yang lebih banyak dengan harapan  dirinya akan dipilih oleh masyarakat di banjar tersebut”.

Dengan demikian strategi yang paling jitu adalah sang caleg akan datang paling terakhir dan kemudian memberikan sumbangan yang lebih besar karena sudah dapat bocoran awal……sungguh cerdik  bukan ???

Hal pertama yang terlintas di benak saya adalah , bagaimana bila semua caleg berpikir hal yang sama ? Entahlah saya tidak tau bagaimana jawabannya.

Dengan melihat fenomena diatas maka dapat saya simpulkan :

  • Berapa banyak uang yang harus disiapkan oleh setiap caleg agar terpilih  ?
  • Legislatif hanyalah bagi mereka yang mampu , kalau kita lihat di TV tukang ojek , tukang parkir mau jadi anggota dewan , maaf….sepertinya akan sangat kecil peluangnya.
  • Pesta demokrasi jadi ajang yang ditunggu tunggu masyarakat karena mereka akan sering dapat bantuan dana tak terduga.
  • Kalau sudah demikian sesungguhnya yang b*d*h itu siapa ……. ? Masyarakat bawah karena dicekokin dengan uang , atau para caleg yang dengan gampang menggelontorkan uang tak terkira tanpa tau dengan pasti masyarakat akan mencoblos namanya saat pemungutan suaar nanti
  • Nggak kebayang gimana kualitas para calon wakil kita nanti di legislatif nanti..

Demikianlah saudara saudara sekalian polah dan tingkah para caleg kita saat ini serta cerminan nyata dari demokrasi negara tercinta di jaman yang katanya bernama “jaman reformasi”.

Negara 18 Maret 2013

Ditulis dengan rasa gundah tentang nasib negeri ini……..

 

 

18/03/2014 - Posted by | Kedinasan, Keseharian

3 Comments »

  1. Semoga jalannya pelaksanaan pemilu di wilayah hukum Polres Jembrana dapat berjalan lancar sesuai rencana.

    Comment by Fanpage Polres Jembrana | 05/04/2014 | Reply

  2. Amin …..sama sama kita doakan selalu, terimakasih

    Comment by harry | 07/04/2014 | Reply

  3. Reformasi adalah status. Soal kualitas.. he.. he..
    “Partaimu pemodel seksi”
    “Pemilu pesta demokrasi”
    (anagram,😀 )

    Comment by kutukamus | 06/05/2014 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: