MATA HATI

deru suara hati

PARA PAHLAWAN KEHIDUPAN


Saya tidak tahu siapa nama aslinya , saya tidak pernah mengenal secara langsung orangnya , saya tidak pernah melihat fotonya dan saya juga tidak pernah bertemu langsung dengan orangnya . Tapi kisah tentang keimanan serta ketauladanan beliau begitu melekat di hati saya.

 

Nama yang saya kenal hanyalah “Kek Pungut” , seorang kakek yang tingga di suatu desa bernama Klambir di Kecamatan Hamparan Perak , Kabupaten Deli Serdang – Sumatera Utara. Cerita pertama yang saya dengar adalah ada seorang kakek yang begitu dihormati di kampungnya bukan karena kekayaannya , bukan karena kehebatannya ataupun karena kedermawanannya. Ia dihormati karena kemuliaan hatinya serta ketaatannya pada Allah.

 

Pekerjaannya hanyalah seorang penjual martabak terang bulan dengan gerobak dorongnya , usianya sudah sepuh dan  tidak ada yang  tahu pasti berapa umurnya. Ketika azan berkumandang maka tanpa ragu ia akan menghentikan gerobaknya untuk menunaikan kewajibannya.

Bahkan saat tengah ada pembelipun ia tidak ragu menghentikan aktifitas jual belinya untuk segera sholat. Saat ditanya apakah ia tidak takut bila ada yang tidak bayar , atau ada yang mengambil uang di laci gerobak dagangannya. Jawabannya , ” Tidak , karena Gusti Allah ora sare “. Allah tidak pernah tidur dan sampai saat ini hal diatas tidak pernah terjadi padanya .

Orangnya irit bicara , kalau bicara maka ia hanya bicara seperlunya dan yang penting penting saja. Suatu saat seseorang yang akan berangkat haji singgah di mesjid kampung itu hanya untuk mengikuti suara hatinya bahwa ia ingin melaksanakan sholat Zuhue berjamaah sekalian minta maaf dan mohon didoakan oleh para jamaah sholat.

Saat orang tersebut akan pamit sambil bersalaman Kek Pungut juga sangat ingin bersalaman tapi tak kesampaian karena banyaknya jamaah yang berebut ingin bersamaan ( sungguh mulia calon tamu Allah , padahal ia baru menjadi calon haji tapi Allah sudah mengangkat derajatnya settingak lebih tinggi di mata manusia…..apalagi kalau sampai mendapatkan predikat Haji mabrur ? )/

Salah seorang jemaah bertanya , ” Kek , apa tadi dapat salaman ?” Dan dijawab Kek Pungut , ” mboten..….padahal kulo pingiiin banget “. Selanjutnya tanpa sengaja terlontar dari bibirnya , ” Nanti juga pulang lagi !”. 

Entah kenapa tak berapa lama, sekitar setengah jam kemudian sang calon tamu Allah mendadak kembali dengan mobilnya , turun sambil diikuti tatapan mata heran para jemaah yang belum pulang. Ketika ditanya mengapa , maka ia menjawab , ” Di mobil tadi saya terus kepikiran dengan seorang Kakek yang sepertinya ingin bersalaman tapi tidak bisa karena terhalang banyaknya orang . Saya melihatnya namun tidak teraih oleh saya, dan hati kecil saya mengatakan kasian sekali kakek tadi kalau sampai tidak bersalaman dengannya, karena itu saya kembali  !”.

Kisah yang disampaikan seorang teman ini begitu melekat di hati saya ,subhanallah…….ternyata sungguh Allah memuliakan hambanya yang soleh dan tawakal, kalau Allah berkehendak apa yang tidak mungkin baginya.

Ya Allah….sungguh kuingin menggapaimu , mengapa engkau terasa begitu jauh……….lelah kumenggapai MU namun tak kunjung kudekat, tunjukkan aku jalan yang lebih mudah untuk mencapai Mu…….Insya Allah, amin.

 

 

28/02/2014 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: