MATA HATI

deru suara hati

ELPIJI alias LPG alias Larange Pake Gas


Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2014, PT Pertamina mulai  memberlakukan harga baru elpiji non subsidi kemasan 12 kg serentak di seluruh Indonesia, atau naik hingga sekitar 40 persen.

Seperti diketahui, Pertamina resmi menaikkan harga jual elpiji kemasan 12 kg dengan rata-rata kenaikan di tingkat konsumen sebesar Rp3.959 per kg. Besaran kenaikan di tingkat konsumen akan bervariasi berdasarkan jarak SPBBE ke titik serah (supply point).

Hingga pada akhirnya harga elpiji sampai di pangkalan yang sebelumnya Rp5.850 per kg naik Rp3.959 menjadi Rp9.809 per kg. Dengan demikian, per tabung 12 kg, harganya naik dari Rp70.200 menjadi Rp117.708 per tabung.

Apa sih ELPIJI ?

Menurut Wikipedia :

Elpiji, pelafalan bahasa Indonesia dari akronim bahasa Inggris; LPG (liquified petroleum gas, harafiah: “gas minyak bumi yang dicairkan”), adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). Elpiji juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana (C5H12).

Dalam kondisi atmosfer, elpiji akan berbentuk gas. Volume elpiji dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair dalam tabung-tabung logam bertekanan. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas (thermal expansion) dari cairan yang dikandungnya, tabung elpiji tidak diisi secara penuh, hanya sekitar 80-85% dari kapasitasnya. Rasio antara volume gas bila menguap dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan dan temperatur, tetapi biasaya sekitar 250:1.

Tekanan di mana elpiji berbentuk cair, dinamakan tekanan uap-nya, juga bervariasi tergantung komposisi dan temperatur; sebagai contoh, dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2.2 bar) bagi butana murni pada 20 °C (68 °F) agar mencair, dan sekitar 2.2 MPa (22 bar) bagi propana murni pada 55 °C (131 °F).

Menurut spesifikasinya, elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran, elpiji propana dan elpiji butana. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor: 25K/36/DDJM/1990. Elpiji yang dipasarkan Pertamina adalah elpiji campuran.

Bahaya elpiji

Hal yang paling ditakutkan dari elpiji sesuai dengan sifatnya adalah bila terjadi kebocoran yang otomatis dapat menimbulkan ledakan kalau terkena api. Kalau kita kita semua masih pada ingat sebelum Pertamina mengganti secara cuma cuma seluruh regulator tabung gas ukuran ekonomis 3 kg atau yang dikenal dengan tabung melon maka tabung gas tersebut dikenal sebagai sumber bencana dengan  begitu banyak rumah tangga yang menajdi korban, hingga menjadi bahan karikatur sebagai ganti peluru bazoka.

Pada awalnya, gas elpiji tidak berbau, tapi bila demikian akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran pada tabung gas. Menyadari itu Pertamina menambahkan gas mercaptan, yang baunya khas dan menusuk hidung. Langkah itu sangat berguna untuk mendeteksi bila terjadi kebocoran tabung gas. Tekanan elpiji cukup besar (tekanan uap sekitar 120 psig), sehingga kebocoran elpiji akan membentuk gas secara cepat dan mengubah volumenya menjadi lebih besar.

Efek kenaikan elpiji

Begitu Pertamina mengumumkan kenaikan ini sontak langsung menjadi berita paling heboh diawal tahun yang ratingnya bersaing dengan penggerebegan teroris di Ciputat , Tangsel. Saking hebohnya kenaikan ini hingga Presiden melaksanakan rapat pada hari Minggu yang nota benenya hari libur dan saatnya untuk bermalas malasan.

Jelas No problem , karena memang anda ( maaf bukan kita soalnya saya tidak punya hak pilih ) memilih SBY menjadi Presiden untuk bekerja bagi rakyat he…..he……

Kenaikan elpiji bagi saya menandakan akan dimulainya efek domino lain yang terjadi sebagaimana halnya dengan kenaikan BBM. Terutama yang berkaitan dengan industri makanan ,restoran,makanan kaki lima,jasa boga atau kue , katering dan yang paling parah bisa bikin ente ente yang mau kawin tahun ini bakalan nambah budget buat biaya konsumsi….sigh…….

Dari semua pemberitaan yang paling parah berkaitan dengn kenaikan elpiji adalah momen dimana seorang penjual gas menjual tabung 12 kg ke bak sampah dan ke selokan…top markotop , bener bener menunjukkan kekesalan dan amarah yang menggelora. dan jelas menjadi efek pemberitaan yang sangat menarik dan bernilai jual tinggi.

Tapi ada juga yang paling berkesan , sebagaiman karikatur SUKRIBO di kompas edisi Minggu 5 Desember 2014 karya Ismail. Mohon maaf saya belum berhasil mendapatkan gambar karikaturnya tapi dapat saya ceritakan dalam karikatur tersebut Sukribo berteriak teriak kalau ada rampok.

Dan ketika ia berhasil mendapatkan perhatian dari orang orang maka kemudian ia menunjuk dengan jarinya ke arah tabung gas elpiji 12 kg dengan kalimat ” itu….perampok uang rakyat “

Saya hanya dapat mengatakan betapa luar biasanya imajinasi sang komikus , sindiran yang sangat tajam terhadap pemerintah . Biasanya kebijakan pemerintah selalu dikatakan dengan “merugikan rakyat kecil , tidak berpihak pada rakyat ,menyengsarakan rakyat,dll”, tapi kali ini saudara saudara ….PEMERINTAH TELAH MERAMPOK RAKYATNYA SeNDIRI.

Karikatur ini sempat membuat saya termenung , kok bisa komikus mengatakan merampok………. imajinasi berkelana dan saya menemukan titik temunya. Mungkin pesan yang ingin disampaikan bahwa ketika rakyat bersusah payah mengumpulkan uangnya sen demi sen dengan tetesan keringat yang bercucuran untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya, namun ternyata uang yang diperoleh dengan susah payah tersebut dirampok dengan cara rakyat dipaksa membeli tabung gas elpiji 12 kg yang harganya saat ini tembus hingga Rp. 200,000- di kawasan Indonesia Timur.

Tuan…tolong dengar pinta kami

Tuhan…..tolong dengar doa kami

 

Jembrana, 6 Januari 2014

 

06/01/2014 - Posted by | Keseharian

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: