MATA HATI

deru suara hati

INDONESIA MALAYSIA RIVALITAS TIADA TARA


Bagi anda yang pecinta bola , atau yang masih tersisa rasa nasionalismenya di sudut hati pasti sepakat dengan saya bahwa kemenangan semalam patut kita banggakan dan rayakan. Indonesia lolos ke final Sea Games Myanmar dengan mengalahkan Malaysia lewat adu pinalti ( 5-4).

Pertandingan ini saya tonton bersama dengan teman teman di penjagaan kantor kami yang terletak persisi di depan terminal Negara, walaupun pertandingan berlangsung nun jauh disana tapi suara , teriakan , gumaman, cemoohan, kata kata semangat terdengar sangat keras di telinga saya, seolah olah stadion pertandingan pindah persis di samping rumah. Bisa anda bayangkan bagaimana kerasnya suara teriakan yang keluar ketika adu pinalti berakhir dan Timnas U 23 keluar sebagai pemenang laga.

Rivalitas Indonesia Malaysia yang tiada pernah henti dan sepi dari konflik selalu menarik perhatian , salah satu sarana positif yang dapat dimanfaatkan adalah ajang olah raga dan dalam hal ini terwakilkan oleh pertandingan sepak bola. Kemenangan ini bagi saya telah manaikkan gengsi bangsa , jadi sarana pelipur lara untuk sejenak melupakan diri dari persoalan yang mendera bangsa, kasus korupsi Atut , masalah MK , kasus century , vonis Irjen DS ,dll.

Doa saya Indonesia dapat menjadi juara dalam Sea Games kali ini setelah sekian lama paceklik, tapi walaupun seandainya nanti kalah di final……..setelah berhasil mengalahkan Malaysia tadi malam maka bagi saya Indonesia adalah juaranya……nggak peduli orang mau bilang apa he…he….he….

Tim Indonesia yang sebelumnya dilecehkan karena seri lawan Timor Leste , tertatih tatih di penyisihan grup dan hampir tertutup habis peluangnya bahkan oleh sebagian pecinta bola diberi ucapan selamat dengan makna sindiran yang dalam , ” Selamat Indonesia sekarang satu kelas dengan Timor Leste dan Brunai “. Tapi setelah kemenangan tadi malam semuanya berubah drastis.

Puja dan puji datang bertubi tubi dari semua pihak , tadi pagi di salah satu stasiun TV menayangkan wawancara dengan Menpora tentang kemenangan tim Indonesia, tergambar jelas dari raut wajah Roy Surya betapa kebahagiaan itu benar benar dirasakannya. tawanya lepas , senyumannya lebar dan sorot matanya berbinar binar. Nggak tau giman kalau seandainya tadi malam Indonesia keok, sudah pasti berita di media cetak dan televisi yang kita baca dan lihat dari tadi malam hingga pagi ini akan penuh dengan berita yang bernada mencemooh , menghujat , menyalahkan , bahkan mungkin menghina. Kalau sudah seperti ini sungguh benar benar tipis batasan antara yang namanya pahlawan dengan pecundang.

Saya penggemar sepak bola , saya cinta sepak bola Indonesia dan saya menoakan Indonesia menang di final melawan Thailand Nanti……..

Wahai para pemain Timnas U 23 bentangkan sayap garudamu selabar lebarnya , benamkan cakarmu ke kaki mereka , hujamkan paruh runcingmu ke jantung lawan………puaskan dahaga kami bukan hanya dengan kemenangan , tapi juga dengan medali juara tersemat di dadamu yang bidang, doak kami menyertaimu wahai garuda kebangsaan negeri.

Jembrana, penghujung Desember 2013

 

 

 

 

 

20/12/2013 - Posted by | Keseharian

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: