MATA HATI

deru suara hati

PERKALIAN AMAL


Posting dengan judul MATEMATIKA PERANTAU ini saya baca secara tidak sengaja saat  membuka halaman facebook  beberapa hari yang lalu, kala kita tengah dihebohkan oleh berita tentang kematian seorang netizen yang bekerja nonstop tanpa henti dan berujung dengan kematian.
 
Hal tersebut membuat saya berpikir banyak dan merenung tentang apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup, pencapaian seperti apa yang sesungguhnya dikejar oleh orang kebanyakan untuk mendapatkan suatu pengakuan oleh orang lain bahwa ia hebat,sukses,super dll. Dan apakah benar ada orang yang sanggup bekerja terus menerus tanpa henti sanggup menahan rasa kantuk dan letih hingga mengabaikan segalanya termasuk kesehatannya sendiri ? Tapi kenyataannya memang ada dan benar benar terjadi di Indonesia.
 
Kalau kita bisa melakukan pekerjaan atau hal lain dengan waktu sedemikian lama serta konsentrasi yang luar biasa , tapi mengapa begitu sulit bagi kita termasuk saya sendiri untuk MELUANGKAN WAKTU dalam beribadah, mengapa saya tulis dengan huruf kapital dan kemudian ditebalkan ? Karena saya pikir itulah yang selama ini kita lakukan , saat ibadah kita menganggap itu adalah waktu luang , waktu yang dicadangkan ditengah kesibukan , bukan waktu UTAMA/PRIORITAS yang selalu kita siapkan dari awal sejak kita memulai pekerjaan.
 
Bagi umat Islam panggilan sholat yang dinamakan azan merupakan panggilan langsung dari Allah untuk menunaikan sholat , suatu panggilan yang mengingatkan manusia untuk menunaikan apa yang sudah menjadi kewajibannya setelah diberikan hak oleh Allah untuk hidup dan menikmati segala fasilitas yang tersedia di muka bumi. Tapi mengapa saya dan kita masih sering mengabaikannya ?
 
Kalimat yang begitu mengena di hati dan selalu terlintas dalam pikiran saya ketika mendengan suara azan adalah tentang nilai pahala sholat berjamaah begini kutipannya , ” Jika sempat sholat bersama-sama di masjid, dengan bonus yang 27 kali lipat, kenapa mesti shalat sendirian. Pilih 1 bulan gaji, atau 27 bulan gaji ? “
 
Bukankah dalam salah satu hadizt tentang sholat dikatakan Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasululah saw. Bersabda: “Seandainya manusian mengetahui keutamaan sholat Isya’ dan Subuh tentu mereka mendatangai keduanya (berjamaah), walaupun dengan merangkak (HR. Bukhari dan Muslim)
 
 Tulisan ini saya tujukan untuk diri saya sendiri agar mampu berhitung dan berkali dengan lebih baik tentang perjalanan dalam menempuh kehidupan dan mengevaluasi sholat , amalan serta pahala yang telah saya  perbuat. Kalaulah kita tahu seberapa panjang umur kita di dunia pastinya akan lebih bijak dalam melakoni hidup………….semoga Allah selalu memberi petunjuk pada hambanya yang lemah ini…..amin.
 

Matematika Perantau

by OKI MURAZA

December 16, 2013 at 5:39pm

Seorang perantau dari AsiaSelatan sudah beberapa tahun merantau di negara minyak, ketika ia mendapatkan tawaran pekerjaan dengan penghasilan yang di lebih baik di negara gas. Setelah menimbang baik buruk dan perhitungan matematika sederhana; jika ia pindah ke negara gas maka ia akan menabung lebih baik dan bisa mempersiapkan masa pensiunnya di kampungnya di AsiaSelatan dengan lebih cepat. Ia menghitung, di negara gas, ia akan menyiapkan masa pensiun 7 tahun lebih cepat. Itu berarti, ada 7 tahun di ujung karirnya yang dapat ia gunakan untuk mengurus masjid kecil di dekat rumahnya, mengurus keluarga dan melanjutkan cita-cita masa kecilnya seperti menjadi penulis buku. Singkat cerita, ia pun pindah ke negara gas.

***

Maraknya jejaring sosial, mengajarkan banyak hal. Diantaranya, kematian yang mendadak. Seseorang yang sudah online selama 20 jam, 30 jam, tiba-tiba offline, dalam artian yang sebenar benar off. Tidak ada yang pernah membayangkan akan segera pulang kampung, ke kampung akhirat. Perantau yang sadar, bahwa cepat atau lambat, ia akan segera mudik; akan berusaha menyiapkan tabungan dan saldo kebaikannya.

Jika sempat sholat bersama-sama di masjid, dengan bonus yang 27 kali lipat, kenapa mesti shalat sendirian. Pilih 1 bulan gaji, atau 27 bulan gaji?

Jika ada 5 menit (sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh) yang dihargai dengan harga yang tinggi: “lebih baik dari dunia dan se-isinya”, tentu harus dikejar. Pekerjaan dan aktivitas apa yang segitu royalnya menghasilkan bonus?

*Cek saldo kebaikan (muhasabah), sebab kesempatan merantau di dunia ini tidak bisa ditebak

19/12/2013 - Posted by | Keseharian, Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: