MATA HATI

deru suara hati

CINTA MATI


Liv SupporterSeandainya anda seorang penggila bola pasti tidak pernah absen menyaksikan tayangan langsung Liga Inggris setiap malam Minggu ataupun Senin di stasiun TV kesayangan anda.

Masih teringat dengan jelas kenangan saat masih duduk di bangku SD saya bersama ayahanda tercinta  menyaksikan pertandingan di TVRI antara klub favoritnya Liverpool yang bertanding melawan New Castle United sekitar tahun 85an, masa itu di Liverpool yang dikenal sebagai kota kelahiran grup music legendaris The Beatles adalah masa masa keemasan striker “Betet” Ian Rush dan Peter Beardsley  serta sang kiper legendaris Bruce Grobbelaar.  Itulah untuk pertama kalinya saya mengenal serunya nonton sepak bola dan pertama kalinya rasa fanatisme terhadap sebuah klub muncul di hati dan pikiran saya.

Dan sampLiverpoolai detik ini kalau ditanyakan apa klub favorit saya maka jawabannya sudah jelas dan pasti Liverpool yang terkenal dengan semboyannya “ You will never walk alone “. Sejelek apapun penampilan Liverpool dan serendah apapun peringkatnya di papan klasemen liga namun tidak mengurangi dukungan dan kecintaan pada klub ini yang terkenal pula dengan sebutan “ The Reds”.  Sederetan prestasi yang pernah diraih Klub Inggris ini antara lain adalah  perolehan 5 cincin juara Piala Champion , 18 gelar juara liga Inggris , 7 kali Pila Fa dan 7 kali juara Piala Liga Inggris .

Kembali ke laptop , kalau memang anda penggila bola pasti hal ini juga tidak luput dari pengamatan anda bahwa sebuah klub yang namanya tidak begitu terkenal atau jarang menjadi juara baik di liga utama maupun liga eropa seperti Reading ,Swansee, Stoke City , dll namun ketika mereka bertanding maka stadion pasti penuh dengan pendukungnya.

Para pendukung yang dengan antusias selalu mengikuti setiap perkembangan klubnya , yang akan dengan setia menonton sesi latihan rutin klub , yang akan marah bila manajemen klub menjual pemain bintang mereka dan juga akan mendukung habis habisan bila membeli seorang pemain berbakat. Para suporter ini pulalah yang akan menari dan tertawa gembira ketika klub kesayangannya menang juga  yang juga akan bersedih dan menangis tersedu sedu ketika klub kesayangannya kalah.

loveApakah anda tahu apa yang membuat para suporter tersebut sampai berperilaku demikian , jawaban yang dapat saya berikan adalah fanatisme , kecintaan dan rasa memiliki mereka yang begitu tinggi pada klub kesayangannya. Rasa cinta itu akan selalu abadi , melekat sepanjang masa bahkan tak jarang kecintaan tersebut diwariskan secara turun temurun dari bapak kepada anak dan mungkin pula pada cucunya kelak. Rasa cinta itu juga yang membuat mereka selalu ada di masa jaya ataupun masa masa paling suram dalam perjalanan sebuah klub sepak bola.

Demikian pulalah hubungan yang saya inginkan dan idam idamkan antara Polri dan Masyarakatnya , saya membayangkan suatu masa dimana masyarakat begitu cinta pada Polisinya sebagaimana Polisi di Jepang atau Polisi di Inggris . Pengalaman saat mengikuti latihan JICA tahun 2007 dengan bangga mereka mengatakan dalam berbagai survey yang diadakan tentang lembaga pemerintah di Jepang yang paling baik maka  Polisi selalu mendapatkan urutan teratas dalam penilaian masyarakat, suatu bentuk kecintaan nyata masyarakat pada polisinya.

polriSetiap kali berbicara cinta Polri maka saya tidak pernah lupa dengan isi  Pidato mantan Kapolri Jendral Dibyo Widodo yang diakhir pidatonya selalu mengajak setiap insan Bhayangkara untuk menjadi Polisi yang berwibawa dan dicintai oleh masyarakat.

Apakah saat ini Polri sudah memiliki pendukung atau suporter fanatis sebagaimana suporter klub sepak bola ( masyarakat Indonesia ), yang selalu setia dalam masa jaya ataupun masa masa paling suram di tubuh kepolisiannya .  Bagaimana bentuk hubungan Polri dan masayarakat saat ini sudah barang tentu menjadi sebuah pertanyaan yang dapat dijawab secara langsung oleh kita semua.

Kantornya diserang dan dibakar cuma tinggal kenangan yang terlupakan begitu saja, mengungkap kasus hebat seperti menangkap teroris atau pembunuh sadis hanya dianggap biasa bahkan tidak jarang malah menuai hujatan , apa lagi kalau sampai berbuat salah maka sudah pasti menjadi bulan bulanan di media cetak dan elektronik.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana dan kapan untuk meraih kewibawaan dan kecintaan tersebut ?

Apakah saat ini , sepertinya masih belum ?

Apakah lima tahun lagi , kok masih ragu ya ?

Apakah 10 tahun lagi , kayaknya belum tentu juga deh ?

Jadi kapan ?

Sudah barang tentu hal tersebut bisa kita raih karena kita tidak boleh pesimis , namun harus selalu optimis bahwa selama hayat dikandung badan dan selama nafas masih berhembus maka kita pasti bisa , sebagaimana yang selalu dikatakan oleh dosen kita di PTIK Bapak Sumunu , Kalau kita mau dan mampu !!!!!”

Salam Cinta Mati Polri

09/04/2013 - Posted by | Kedinasan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: