MATA HATI

deru suara hati

CINTAI APA YANG KAU MILIKI


Kalau hitungan saya tidak salah maka hari ini saya tepat berumur 36 tahun 5 bulan dan 16 hari , sungguh merupakan kurun waktu yang tidaklah sebentar. Sebentar bagi orang yang telah berumur diatas 70 tahun dan beruntung dikaruniai umur yang demikian panjang, tapi lama bagi orang yang baru berusia 17 tahun dan bertanya tanya apa yang akan terjadi ketika ia kelak dewasa dan berumah tangga.

Sebenarnya pertanyaan serupa layak saya tanyakan kepada diri saya sendiri, apa yang akan terjadi dengan periode hidup saya selanjutnya? Bila memang saya mendapat rahmat Allah untuk diberi umur panjang tentunya pertanyaan selanjutnya yang akan muncul adalah bagaimana saya mengisi dan memaknai rentang waktu yang demikian panjang tersebut.

Dalam usia sekarang tentunya telah banyak yang saya raih , baik suka maupun duka serta kesuksesan maupun kegagalan . Kesuksesan memberikan saya pelajaran bahwa tidak ada yang bisa diraih dalam hidup ini hanya karena keberuntungan dan kegagalan memberi saya pelajaran bahwa kerja keras dan usaha maksimal belum tentu menjadi jaminan bahwa kesuksesan akan dicapai. Namun keduanya telah mewarnai hidup saya setiap hari sama halnya dengan sinar mentari yang menerangi dunia.

Apapun adanya diri saya sekarang tetap saja rasa tidak puas acap kali datang menghampiri , pertanyaan yang kerap datang adalah , “mengapa hanya ini yang bisa saya dapatkan, mengapa hanya ini yang saya miliki,mengapa ini yang bisa saya raih, serta rentetan keluhan panjang yang tiada habisnya “

Pada akhirnya rasa gundah gulana tersebut menemukan sedikit penawar dari buku karangan Kate Mosse yang saya baca, pada halaman pembuka bukunya yang berjudul “LABYRINTH” ia menuliskan sebuah peribahasa Perancis yang berbunyi :

” JIKA KAU TAK DAPAT MILIKI YANG KAU CINTAI,CINTAILAH SEMUA YANG KAU MILIKI “

Satu kalimat sederhana yang bermakna sangat dalam, dan cukuplah kiranya menjadi penawar kerisauan hati untuk saat ini , membuat saya melakukan intropeksi diri yang dalam tentang sejauh mana rasa syukur yang seharusnya bisa saya panjatkan kepada ALLAH atas semua karunianya , saya pernah menulis bahwa hati itu seluas samudra ,tak berdasar ,tak terkira luasnya dan tak terhingga debit air dalamnya. Sungguh semua berasal dari hasrat hati yang tak pernah merasa puas , maka kembalikanlah lagi ke hati kita untuk selalu merasa cukup dengan apa yang kita raih dan miliki saat ini dan semua akan terasa indah.

Tapi kawanku yang baik, ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan sebelum aku kembali ke terlelap , menguasai dan memiliki ilmu SYUKUR bukanlah perkara yang gampang , kalimat itu bisa dilafalkan setiap hari sebanyak jutaan kali dan tidak menjadi jaminan bahwa anda akan merasa puas. Rasa itu memang harus berasal dari hati yang terdalam serta hidayah dari Yang Maha Kuasa untuk selalu bisa tafakur dan memahami bahwa sesungguhnya dunia ini hanya bersifat sementara , segala sesuatunya hanyalah perhiasan selama hidup sebelum kita menjalani hidup yang sesungguhnya kelak .

Akhir kata , saya harus jujur mengakui bahwa saya masih perlu banyak belajar dengan lebih tekun dan keras untuk memaknai hidup yang sedang saya jalani . Semoga Allah selalu memberikan jalan yang lurus ditengah cabang hati yang berjuta banyaknya, Semoga Allah memafkan atas segala dosa yang tak terhingga hitungannya dan semoga Allah memberi saya rahmat untuk selalu mendekatkan diri kepadanya dan untuk  melawan hawa nafsu yang demikian gencar menghajar dan tak terkejar kecepatannya, semoga….dan semoga……..

Lembang, 10 Juli 2011

 

11/07/2011 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: