MATA HATI

deru suara hati

PERMATA HATI / 8 Februari 2010


Menantikan saat saat kelahiranmu merupakan salah satu moment paling berharga dan penting dalam kehidupan ayah bundamu. Dapat ayah saksikan  betapa beratnya perjuangan dan penderitaan ibumu dalam melahirkanmu, teriakan, tangisan dan semangat serta ridho ALLAH yang membuat proses kelahiranmu berjalan dengan lancar.

Ketika tangisan pertamamu menggema mengguncang dunia , kami semua tersenyum dan tanpa tersadar terucap dari mulut kami ALLAHU AKBAR, sungguh besar kasih sayang ALLAH kepada kita semua anakku. Rasa sakit serta perih yang ditanggung bundamu seketika berubah menjadi senyum yang teramat manis padamu nak , kelak kala kau dewasa  ingatlah baik baik perjuangan ibundamu jangan sampai kau menyakiti hatinya.

Nabi besar kita Muhammad SAW ketika ditanya siapa yang paling harus kita hormati dalam hidup ini menjawab, ” Ibumu…ibumu…ibumu”.  Ayahmu menyaksikan dan merasakan bagaimana penderitaan ibumu sejak kau dalam kandungan hingga melahirkanmu.

Tiga bulan pertama kehidupanmu dalam kandungan dilalui bundamu dengan rasa mual, lemas,muntah dan pusing tak terhingga. Namun ia tetap tabah dan tegar menanggung semua beban tersebut. Segala rasa ditahankan bundamu hanya untukmu ananda.

Tiga bulan kedua ditandai dengan hentakan lembut detak jantungmu , pergeseran lembut badanmu dalam kandungan. Betapa sulitnya bundamu dalam bergerak, tidur dan berjalan semua dinikmati dan diterima dengan ikhlas demi kau anakku.

Tiga bulan terakhir selanjutnya tidak berkurang rasa itu , namun makin hebat rasa yang harus ditanggung bundamu, sulit tidur, badan yang gatal, kesulitan kebelakang hingga kesulitan berjalan. Ayahmu melihat tanpa bisa berbuat apa apa kala bundamu meringis kesakitan ketika kau menendang  perutnya, kalau badanmu berputar dalam kandungan, dan kala rambutmu bergeser ke dinding rahim bundamu. Sungguh luar biasa ibundamu anakku, segalanya dilalui tanpa mengeluh demi , rasa sakit langsung berganti dengan senyum merasa serasa membelai mu dan berkata ,” Adek….sedang ngapain sayang, jangan nendang mami keras keras ya!”

Tahukah kau anakku bagaimana paniknya ibumu saat kami memeriksakan kandungan dan dokter mengatakan bahwa untuk usia kandungan yang 7 bulan berat badanmu hanya 2 kg, Sementara berat normal adalah diatas 2,5 kologram. Dapat ayahmu saksikan betapa gundah gulana hati ibundamu , ” Papi…mami kepikiran kok berat anak kita kurang ya, mami nggak bisa tidur dan kepikiran terus!”

Kemudian ibundamu menahankan segala rasanya dengan meningkatkan asupan makanan bergizi dan minum susu demi kesehatan dan perkembangan tubuhmu dalam kandungan. Ketika dokter mangatakan bahwa ananda lahir dengan berat 3,9 kilogram dan panjang 50 cm dengan senyum penuh makna dan kerlingan mata penuh kasih bunda berikan pada ayahmu. Sungguh dapat kurasakan betapa besar dan kuatnya rasa kasih sayang dan cintanya padamu Nak, sekali lagi ayah memohon ,”Jangan sampai kau sakiti hatinya kelak Anakku!”

Kelahiranmu sungguh merupakan anugrah tak terhingga bagi ayah bundamu. Segala doa dan pinta kami berdua serasa dibayar tunai oleh ALLAH , sungguh besar sayang NYA pada kita semua anakku .

Kelahiranmu disambut dengan gembira pula oleh kedua abangmu, tahukah engkau anakku bahwa mereka telah memberikan boneka pada ibumu seraya berkata , ” Mami… ini boneka Teddy bear dari Rizqy  dan guling Rabbitnya dari Mas Firman untuk adik Jasmin “. Bagaimana kedua abangmu selalu mencium perut bundamu sebelum mereka tidur dan berangkat sekolah sambil berkata, ” Adek jangan nakal ya…kasian nanti Mami…..!”.

Saat dirimu lahir ke dunia segera Ayahmu kumandangkan azan ketelingamu agar kau selalu ingat bahwa kelahiranmu, kehidupanmu , kehidupan kita semua adalah merupakan rahmat dari ALLAH SWT. Jadilah anak yang solehah, menjadi seorang muslimah yang taat, berbakti pada kedua ayah bundamu dan bermanfaat bagi masyarakat .

Saat kau dewasa kelak ingatlah dengan baik pesan Ayahmu ini, sayangi bundamu ,jangan kau lukai hatinya . Anakku doa kami semua selalu menyertaimu….. selalu sepanjang hayatmu.

11/02/2010 - Posted by | Keluarga

1 Comment »

  1. Thx pak, sy terharu sekali, penghargaan bpk kpd ibu, saya merasa bpk berikan kpd semua wanita yg pernah merasakan sakit ketika melahirkan……smoga para bpk dpt memaknai kehidupan in seperti bpk.

    Comment by roswita siregar | 23/09/2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: