MATA HATI

deru suara hati

SETELAH SEMINGGU BERLALU


Kurang lebih seminggu telah berlalu sejak tanggal 29 Januari namun rasanya telah lama sekali aku meninggalkan pekerjaan sehari hari di Binjai. Walaupun sebenarnya mengikuti seleksi Sespim juga adalah bagian dari dinas, tapi kok aku pikir lebih cenderung menjadi sebuah pertarungan tunggal dengan banyak lawan dan hanya satu yang akan menjadi juara. Apakah aku yang menjadi juara?   Hanya waktu yang akan menjawabnya……dan itu adalah minggu depan, doakan saja ya!

Mengikutiseleksi Sespim tahun 2010 adalah merupakan pengalaman pertama bagiku dan juga bagi rekan rekan sengkatan dengan nama WIRA SATYA ’96. Hal pertama yang saya lakukan untuk menghadapinya adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin dan selanjutnya berdoa serta minta didoakan .

Persiapan fisik terutama untuk mengahadapi tes jasmani dengan batere uji lari selama 12 menit mengelilingi lintasan sepanjang 400 meter benar benar kusiapkan dengan matang. Segala rasa lelah,malas dan bosan mesti dilawan mati matian dengan suatu tujuan bahwa aku harus bisa dan mampu.

Beberapa bulan sebelum tes begitu banyak pertanyaan yang diajukan padaku. Baik oleh kolega, sahabat,teman seangkatan bahkan atasan dengan pertanyaan yang sama , ” Har kamu ikut Tes Sespim nggak tahun ini? ” . Dan jawabanku adalah ,’YA !”. Kesempatan pertama selalu mendebarkan dan penuh dengan berbagai pertanyaan yang mengahantui benak tentang seperti apa dan apa rasanya mengikuti tes tersebut.

Kalau ada yang bertanya apakah aku serius mengikuti tes ini maka akan kujawab, ” Tidak ada pekerjaan yang hasilnya memuaskan bila tidak dilakukan dengan serius dan sungguh sungguh”. Apakah kamu akan asal asalan saat tes nanti, maka jawabanku , ” Bila dalam mengikuti tes elek elakan , maka kamu akan dicap demikian pula!”. Bila ditanya kepingin lulus, ” Siapa yang tidak ingin lulus tes Sespim , namun bila memang belum lolos, Alhamdulillah bahwa masih diberi kesempatan mengabdi di Medan!”.

Satu demi satu tahapan seleksi kulalui, dan jujur aku harus berkata bahwa berkompetisi dengan para kompetitor kali ini memang berat. karena semua punya tujuan yang sama untuk lulus dan otomatis mereka juga telah mempersiapkan diri dengan baik seperti yang kulakukan.

Beberapa pelajaran yang dapat kupetik dari tes ini adalah :

  1. Tiada kesuksessan tanpa kerja keras.
  2. Berpuas diri dengan merasa bahwa latihan kita sudah cukup dan berat ternyata hanyalah perasaanku saja,ternyata rekan rekanku berlatih dan berusaha lebih keras lagi untuk hasil yang terbaik.
  3. Memotivasi diri untuk selalu tampil maksimal dan berkonsentrai penuh bukanlah hal yang mudah, itu semua buth tekad dan kemauan yang sangat kuat.
  4. Aku harus sadar bahwa persiapanku masih kurang terutama dalam mempersiapkan diri untuk Tes Naskah kerja peroarangan.
  5. Usaha dan kerja keras adalah wajib hukumnya , namun semua keputusan ada di tangan ALLAH, membuatku teringat sebuah kalimat bijak ,” Just do the best and let ALLAH do the rest”

Saat ini yang terhampar di depan mata adalah kenyataan, bahwa tugas sehari hari telah menanti seperti semula ( sudah terbukti bro, hari Minggu begini masih masuk kantor juga ). Dan biarlah panitia yang memutuskan siapa yang benar benar layak untuk berangkat ke Lembang , apakah aku termasuk salah satunya? Hanya ALLAH tempatku menyandarkan pinta dan harapan, ALLAHUAKBAR…ALLAHUAKBAR…ALLAHUABAR!

07/02/2010 - Posted by | Kedinasan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: