MATA HATI

deru suara hati

Kehamilan


Sejak awal pernikahan kami 8 tahun yang lalu ( nggak berasa lo kalo ternyata sudah sewindu usia pernikahan kami ) seingat saya kami tidak pernah membahas berapa jumlah anak yang kami inginkan nantinya, yang pasti kami ingin cepat cepat memperoleh momongan sebagai buah cinta kasih kami.

Alhamdulillah doa kami dikabulkan Allah tepat sebulan setelah menikah istriku mengabarkan bahwa ia hamil ….aduh senangnya hati saat itu. Padahal kami terpisah 12 jam perjalanan dengan kereta api ,karena aku sedang kuliah di PTIK jakarta sedangkan istri bekerja di Jogja. Tepat 9 bulan 10 hari lahirlah putra pertama kami di Jakarta dan diberi nama Argya Firman Adhani.

Kemudian setelah Firman berusia 3 tahun timbul keinginan kami untuk memberi adik buat si Firman, kehamilan kedua ini lebih parah, dalam artian triwulan pertama kehamilan istriku benar benar tidak mau makan hingga khirnya harus diinfus. Untunglah bahwa tetangga kami seorang bidan sehingga tidak perlu harus dirawat ke rumah sakit namun hanya bed rest di rumah dan selang infus cuma digantung di terali besi jendela kamar ( ha….ha…., maklum darurat ), kasian Firman yang masih kecil kalau bundanya harus di rumah sakit.

Kalau yang pertama Made in Betawi, maka anak kedua kami diberi nama Dwi Irsyad Rizqullah dan asli Anak Medan. Persalinan berjalan dengan cepat dan lancar, pukul 07.00 WIB masuk ke rumah sakit dan pukul 08.30 sudah lahir dengan selamat. Saat itu saya benar benar menginginkan seoarng anak perempuan, sehingga walaupun dokter mengatakan bahwa menurut hasil USG anak kedua kami laki laki lagi saya memilih tidak mempercayainya hingga nanti lahir. Ketidakpercayaan itu terus berlanjut hingga proses bersalin, bahkan ketika dokter mengeluarkan bayi dari rahim dan kelamin si jabang bayi masih tertutup ari ari aku tetap membatin dan berdoa semoga yang lahir adalah anak perempuan……..dan ternyata sukses si jabang bayi berkelamin laki laki. Apapun itu kuterima dengan rasa syukur alhamdulillah dan terimakasih pada ALLAH bahwa baik ibu dan anak berada dalam kondisi sehat waalfiat tanpa kurang suatu apa.

Dan sekarang setelah Rizqi berumur hampir 5 tahun istriku kembali mengandung anak ke 3 kami ,bila semua berjalan sesuai dengan rencana maka bulan Februari tahun depan ia akan lahir ke dunia ini menyemarakkan hari hari kami. Proses kehamilan kali ini berjalan lancar tidak seperti sebelumnya , mungkin karena sudah yang ke tiga sehingga istriku sudah lebih siap menghadapinya . Tapi situasi mutah,mual dan mabok pasti tidak terhindarkan dan dengan setia menghampiri pada triwulan pertama kehamilannya.

Doaku semoga kali ini kami akan dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik ,sehat waalfiat demikian juga dengan ibunya. Sekarang aku tengah menikmati ritual malam kami sebelum tidur yaitu memegang perut istriku dan merasakan tendangan si kecil yang demikian lincah bergerak di dalam kandungan, sebuah peristiwa yang kontradiktif terjadi aku gembira karena gerakan tersebut sedangkan istriku meringis karena perutnya di tendang ha….ha….ha….. Atau bila tidak maka biasanya istriku akan memamerkan perutnya yang membuncit dan aku dapat melihat dengan jelas bagaimana pergerakan kulit perut istriku karena si jabang bayi berpindah tempat Allahuakbar sungguh maha besar ALLAH dengan rahmatnya.

Doakan kami ya semoga nanti semua berjalan lancar hingga saatnya tiba.

11/12/2009 - Posted by | Keluarga

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: