MATA HATI

deru suara hati

MEMBACA


Hal yang paling banyak saya lakukan selama 24 jam dalam sehari selain bernafas ( kalau nggak nafas udah game dari dulu dong ha….ha….ha….. ) adalah membaca. Membaca disini bukan dalam artian membaca surat surat yang masuk ke meja kerjaku dan kemudian memberikan disposisi atau petunjuk tapi membaca dalam arti sebenarnya.

Kegiatan rutinku sebelum apel pagi adalah membaca surat kabar dengan ditemani televisi yang menyala serta secangkir teh hangat. Jadi kalau ada berita yang menarik di televisi maka untuk sementara kegiatan membaca dihentikan dan setelah selesai baru dilanjutkan lagi. Kemudian menyalakan laptop , mengecek email dan blog saya ( membaca lagi ) , bila tidak ada kesibukan lain seperti rapat, menerima tamu atau ke lapangan mengecek kegiatan anggota maka dapat dipastikan kegiatan yang akan saya lakukan adalah membaca.

Demi memenuhi hobi saya yang tidak pernah ada habisnya ini otomatis saya rajin ke toko buku , kadang kadang saya berpikir tentang besarnya pengeluaran yang dihabiskan untuk membeli buku karena jika membeli barang lain diluar kebutuhan pokok maka saya akan selalu berhitung hitung tentang perlu tidaknya barang tersebut dibeli serta memepertimbangkan uang cash yang ada di dalam dompet. Tapi kalau sudah masuk ke toko buku ,jujur saya menjadi gelap mata ,segala kalkulasi,perhitungan dan prinsip penghematan akan minggat entah kemana yang ada hanya mencari,melihat ,cocok dan masukkan dalam kantung belanja.

Yang lebih kacau lagi, sampai saat ini saya masih merasa kurang sreg dengan diri sendiri tentang buku yang saya beli dan baca. Jenis buku favorit saya adalah komik dan novel dengan latar belakang sejarah,detektif atau percintaan. Tapi untuk membaca bacaan yang berat sepertinya masih jarang sekali saya lakukan , dalam sebulan saya bisa menyelesaikan 1- 5 novel ( kalau komik jangan dihitung ) tapi untuk bacaan yang berat belum tentu dalam 6 bulan bisa tamat 1 buku.

Sementara ini prinsip yang saya anut adalah membaca apapun juga akan memberikan banyak pengetahuan yang bermanfaat jadi tidak perlu baca yang berat berat toh sudah menambah pengetahuan ( bodoh banget ya pemikiran gw…….?). Untuk menambah wawasan dan pengetahuan saya tentang hal lain saya dapatkan dari internet, beberapa milis yang saya ikuti dan tentu saja dari hasil pembicaraan serta pengalaman yang telah saya alami.

Membawa buku kemanapun saya pergi juga menjadi kebiasaan yang selalu saya lakukan. Rasanya sayang banget bila saya entah kenapa terperangkap dalam satu situasi apakah itu menunggu antrian, dalam perjalanan,menunggu teman atau antri di bank maka membaca akan menjadi teman terbaik. Ketimbang ngobrol nggak karuan,ngelamun,bosan atau malah mata jelalatan tidak karuan dan nambah nambah dosa aja ha…ha….ha….

Akibat kebiasaan membeli buku yang rutin ini maka di setiap pojiok rumah saya akan ditemukan tumpukan buku dimana mana, alhasil saya harus sering mendengarkan kutbah singkat dari istri tercinta tentang bagaimana menyimpan buku yang baik agar tidak berserakan dan rumah menjadi lebih rapi, atau keluhannya tentang lemari saya yang sudah penuh dengan buku sementara rumah kami besarnya hanya seemprit alias cuma sepetak. Biasanya dengan santai saya menjawab ,” Ah masih sedikit , kan kita sudah berencana menyumbang buku ke perpustakaan di kampung ” dan biasanya langsung dijawab tunai oleh istriku ,” Papa tuh cuma ngomong doang aja !”.

10/12/2009 - Posted by | Keseharian

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: