MATA HATI

deru suara hati

Padang Digoyang Gempa


gempa padang

Saat peristiwa ini terjadi saya masih berada di kantor dan sama sekali tidak merasakan getaran gempa tersebut. Memang beberapa saat kemudian saya mendapat telpon yang menanyakan apakah saya merasakan gempa tersbeut dan juga keadaan keluarga, saya langsung menjawab,”Alhamdulillah kami sekeluarga dalam kedaaan sehat waalfiat.” Setelah saya analisa besar kemungkinan mengapa kami yang di Binjai tidak begitu merasakan adalah karena letak geografis yang jauh dari pusat gempa yaitu di bagian Utara dari pulau Sumatera.

Dari internet saya dapatkan beberapa informasi berkaitan dengan gempa di Padang tersebut ,berdasarkan  data USGS (United States Geological Survey) diperoleh informasi ada dua kali gempa berturut-turut yaitu Magnitude 7.6 tanggal 30 September, at  05:16:09 PM yaitu yang kemarin terdengar di radio, dan kemudian Magnitude 6.8 tanggal 1 Oktober, 08:52:30 AM. Gempa kedua ini yang kemudian menimbulkan kerusakan parah di Kab. Kerinci Propinsi Jambi .

Inilah catatan jarak ke dua gempa tadi berdasarkan data USGS :

Gempa pertama : Magnitude 7,6 kedalaman 86 km

45 km (30 miles) WNW of Padang Sumatra, Indonesia
220 km (135 miles) SW of Pekanbaru, Sumatra, Indonesia
960 km (590 miles) NW of JAKARTA, Java, Indonesia

Gempa ke-2 : Magnitude 6.8, kedalaman 24.9 km

225 km (140 miles) SE of  Padang Sumatra, Indonesia
490 km (305 miles) SSW of SINGAPORE
695 km (430 miles) NW of JAKARTA, Java, Indonesia

Hingga hari ini  kita bisa ketahui dari  pemberitaan korban tewas akibat bencana di Padang telah mencapai 618 orang sedangkan di Kerinci adalah 3 orang (Kompas 6 Okt 2009 ) . Bencana ini sungguh menghentak perasaan kita semua ,menimbulkan kesedihan baru bagi bangsa ini dan membuat kita tersadar betapa tiada dayanya manusia .

Karena kami tinggal di Sumatera Utara dan kemudian gempa yang terjadi mulai dari Aceh,Nias, Jogja dan terakhir di Padang serta Kerinci semuanya adalah tetangga Propinsi kami kecuali Jogja tentu saja sangat beralasan bila timbul kekhawatiran bahwa kemungkinan besar Medan juga akan mengalami hal yang serupa ( Ya ALLAH semoga saja itu tidak menimpa kami,amien).

Sungguh saya tidak bisa membayangkan bagaimana penderitaan saudara saudara kita yang tertimpa bencana. Kerugian harta benda masih bisa diatasi ,tapi kehilangan sanak saudara dan keluarga yang sangat dicintai tidaklah semudah itu. Lara yang tertinggal di hati serta trauma yang ditimbulkan akibat bencana tidak akan hilang dengan mudah, hanya waktu serta keimanan kita pada ALLAH yang mampu menghapusnya.

Saat ini mereka terpaksa meninggalkan rumah yang mereka bangun dengan susah payah, memakai baju yang hanya melekat di badan, tinggal berdesak desakan di tenda pengungsian. Saat ini seminggu setelah terjadi gempa berbagai penyakit sudah mulai menyerang pengungsi, sementara itu usaha menolong korban  yang tertimpa reruntuhan dan mencari korban yang masih selamat terus dilakukan.

Yang dapat kami lakukan hanyalah mendoakan semoga saudara kita di Padang dan Kerinci yang tertimpa musibah diberikan ketabahan , kekuatan serta kesabaran, Allah tidak akan memberikan cobaan yang tidak mampu ditanggung oleh umatnya. Kepada pemerintah kita semua berharap dapat segera memberikan bantuan yang cepat dan merata ke berbagai wilayah yang tertimpa bencana.

Bangsa kita sudah harus belajar banyak tentang apa yang dinamakan dengan disaster management , mengingat kondisi geografis negara kita yang berada di di wilayah Ring Of Fire yaitu wilayah yang merupakan tempat dimana jajaran gunung api dunia berada. Dengan demikian secara otomatis wilayah Indonesia sangat berpotensi mengalami bencana gemnpa bumu, gunung meletus dan tsunami.

Bencana nyata telah terjadi berulang kali di berbagai wilayah di Indonesia, apakah masih kurang pembelajaran bagi pemerintah, apakah masih belum cukup kornban jiwa yang angkanya terus bertambah, apakah masih kurang kesedihan dan kepedihan akibat kehilangan keluarga yang dicintai…………….

Bencana yang terjadi secara beruntun ini membuat saya teringat akan lagunya Ebit G Ade :

BERITA KEPADA KAWAN

Perjalanan ini
Trasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk
Disampingku kawan

Banyak cerita
Yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan

Tubuhku terguncang
Dihempas batu jalanan
Hati tergetar menatap
kering rerumputan

Perjalanan ini pun
Seperti jadi saksi
Gembala kecil
Menangis sedih …

Reff#

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika di kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut
Kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak
Kepada matahari

Tetapi semua diam
Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri
Terpaku menatap langit

Barangkali di sana
ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga
dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada
Rumput yang bergoyang

06/10/2009 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: