MATA HATI

deru suara hati

Lebaran yang Penuh Makna


menjemurLebaran , memang tidak pernah habisnya kita membahas tentang lebaran,hari kemenangan, hari yang fitri dan hari yang sungguh dinanti nanti terutama oleh semua anak anak ,baik yang berpuasa ataupun yang mulai belajar puasa. Saya jadi teringat banyolan yang rame dikirim oleh beberapa teman di milis yang saya ikuti dengan subjek Flu Pembantu. Pada awalnya saya hanya senyum senyum saja membaca posting tersebut, karena merasa sudah merencanakan dengan matang jauh jauh hari bahwa saat lebaran nanti  sudah menyiapkan seorang pembantu untuk menggantikan 2 orang pembantu saya yang pulang dalam artian benar benar pulang dan tidak kembali lagi setelah 2 tahun bekerja di rumah.

Tetapi ternyata apa yang terjadi teman teman…………. Hanya 2 hari menjelang lebaran saya serasa mendapatkan hantaman palu godam hingga membuat kepala pusing 7 keliling. Istri tercinta mengabarkan bahwa mendadak mendapat kabar bahwa Sri, calon pembantu yang akan kerja di rumah kami saat lebaran mengatakan tidak jadi alias batal bekerja.

Nyut nyutan di kepala yang harus memikirkan pelaksanaan Operasi Ketupat serta memenuhi kebutuhan  Lebaran di rumah ( sebenarnya ini yang bikin kepala tidak hanya nyut nyutan , tapi juga muntah muntah , ha….ha…ha….. ) bertambah parah dengan kabar buruk tersebut. Ada beberapa hal yang membuat peran pembantu sangat dibutuhkan saat lebaran tersebut :

  • Istri Saya tengah hamil 4 bulan , kasian banget kalau dia mesti kerja keras.
  • Anak saya , 2 bocah yang perkasa tersebut terkenal tidak bisa diam dan hobi menidakrapikan rumah.
  • Bakalan banyak tamu dan siapa yang harus membantu menyuguhi makanan serta mencuci gelas serta piring nantinya?
  • Cucian dijamin menumpuk.
  • Tidak ada yang disuruh memandikan anak.
  • Beres beres dan bersihkan rumah.

Otomatis saya pun kelabakan menelpon kesana kemari dan menghubungi siapa saja yang saya kenal serta dianggap mampu untuk  membantu di rumah saat lebaran nanti. Dan akhirnya saya harus menerima keadaan bahwa kali ini kami akan berlebaran tanpa pembantu yang berarti semua daftar diatas yang telah disebutlkan akan dikerjakan oleh kami berdua, nasib……….oh nasib………………

Otomati selama seminggu penuh sejak lebaran saya benar benar mengalami profesi ganda. Profesi asli Polisi dan sampingannya adalah pembantu rumah tangga. Begiti bangun pagi maka tugas pertama adalah memandikan kedua anak lelaki saya. Selama ini saya pikir pekerjaan ini sepele saja, namun kenyataannya bila dilaksanakan akan membuat kita lebih cepat tua 3 tahun, percaya nggak ? Berikut penjelasannya.

Anak tertua saya Firman berusia 6,5 tahun dan yang kedua Rizqi berumur 4,5 tahun kebayang nggak gimana lincah,nakal,keras kepala dan tidak mau diaturnya anak anak pada usia tersebut. Saat ini kita belum membahas msalah mandi tapi baru persiapan sebelum mandi. Menyuruh salah satu anak saya untuk menentukan siapa yang akan mandi duluan sudah menjadi suatu masalah yang rumit. Keduanya asik main dan tidak ada  yang mau disuruh mandi duluan. Kalau ditanya Firman maka dia akan menjawab, ” Adik aja duluan pa!”. Kalau adiknya yang ditanya maka dengan entengnya akan dijawab,” Kemarin sore kan Rizqi sudah duluan , sekarang giliran Mas Firman!”. Kalau sudah begitu terus siapa yang harus mau mandi duluan, maka mau tidak mau bentakan bentakan serta nada nada yang bersifat ancaman harus dikeluarkan agar mereka berdua mau nurut dan mandi .

Kemudian saat mandi, dalam kondisi sudah telanjang dan siap diguyur dengan air tiba tiba Firman ngotot harus mandi pakai air panas…… apa nggak tambah mumet tuh. Belum lagi susahnya menyabunkan karena dia asik main kapal kapalan, merayu biar mau sikat gigi plus selalu bergerak kesana kemari tidak mau diam. Dijamin proses memandikan ini saja sudah memperpendek umur 2 bulan.

Setelah mandi, mengeringkan badan mereka dengan handuk juga bukan perkara gampang karena dia akan lari kesana kemari dan membasahi lagi lantai yahg sudah dipel oleh istri saya saat subuh tadi . Acara ini baru akan berhenti setelah adanya bentakan keras yang menggelegar barulah Firman atau Rizki diam dan bersedia dihanduki. Kemudian mengolesi minyak telon,dibedakin, diberi minyak rambut dan terakhir diberi lotion biar tangan dan kakintya tidak kering. Barulah saya bisa memakaikan baju ,inipun dengan catatan mereka tidak prote dengan baju yang saya pilihkan untuk mereka pakai.

Ini baru memandikan anak, belum perkara yang lain seperti merapikan tempat tidur,mengepel,mencuci piring,mencuci dan menyetrika yang saya kira tidak perlu dibahas lagi  panjang lebar namun terbayang kerepotannya karena kita yang harus melakukannya.

Sungguh lebaran kali ini benar benar bermakna bagi saya pribadi, capek,dongkol,kesel tapi ternyata juga mendatangkan kenikmatan karena lebih mendekatkan saya dengan anak anak . Makna lain adalah membuat saya lebih menghargai mbak mbak pembantu yang selama ini melayani kemai sekeluarga. Ternyata pekerjaan yang biasanya cukup kita perintahkan dengan satu kalimat mempunyai begutu banyak penjabaran serta jalan yang berliku sebelum pekerjaan tersebut terlaksana serta kita dipuaskan dengan hasil yang kita lihat atau rasakan.

Mbak pembantu cepatlah datang lagi……………… kusudah tak sanggup lagi………………..!

28/09/2009 - Posted by | Keluarga

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: