MATA HATI

deru suara hati

Gempa Tasikmalaya Dukamu adalah Duka Kami Jua


detikNews, Rabu 14.41 ,02/09/09

gempa Sukabumi – Gempa berkekuatan 7,3 Scala Richter (SR) yang berpusat di Tasikmalaya, ternyata membuat sejumlah kawasan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, porak-poranda. Ratusan rumah rusak berat dan puluhan lainnya rata dengan tanah.

Informasi yang dihimpun detikcom, Rabu (2/9/2009), kerusakan parah terjadi di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Pagaranten ratusan rumah rusak dan beberapa lainnya ambruk. Demikian pula di Kecamatan Nagrak, setidaknya 18 rumah warga dilaporkan rata dengan tanah akibat gempa.(djo/djo)

Gempa yang berkekuatan dashyat tersebut dirasakan mulai dari Jakarta hingga ke Denpasar, wajarlah jika kemudian BMG memperingatkan akan potensi tsunami yang mungkin muncul.

Sekedar mengingatkan bahwa pada tahun 2006 sebelumnya terjadi gempa diikuti dengan tsunami di Pangandaraan yang menimbulkan keorban jiwa hingga 106 orang.

Sungguh menyedihkan melihat para korban gempa tersebut yang tidak hanya kehilangan tempat berteduh serta harta bendanya, tapi mereka juga harus merelakan salah satu anggota keluarganya meninggal akibat peristiwa tersebut. Ada yang kehilangan ayah,ibu,anak,paman,keponakan atau bahkan satu keluarga meninggal semuanya tertimpa longsoran.

Dan saat ini ribuan korban tersebut bertahan ditempat tempat  pengungsian sementara dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Uluran tangan dan bantua pemerintah serta para dermawan sangat dinantikan oleh mereka.

Kita mungkin bertanya tanya mengapa duka dan bencana ini justru datang saat kita umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa, pakah ini tanda kemurkaan Allah pada kita , atau malah ini adalah sebagaia ujian akan keimanan kita ditengah Ramadhan, wallahualam….hanyalah Allah yang tahu jawaban sebenarnya.

Saudara saudaraku , dukamu disana adalah duka kami juga, sakitmu adalah sakit kami juga dengan ini saya menghimbau diri saya sendiri dan rekan rekan untuk bersama sama kita membantu apa saja yang bisa kita lakukan untuk meringankan beban mereka. Bila punya kelebihan ,bantulah dengan mengirimkannya ke no rekening yang sudah disediakan sebagai nomor bantuan, bila memang tidak minimal kita bantu dengan doa untuk meringankan luka merek.

Kalau kemarin , hanya gara gara Tari Pendet masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari berbagai golongan dan lapisan masyarakat sampe Presiden bisa bersatu padu untuk menyampaikan protes pada Malaysia, lalu kenapa sekarang yang sudah jelas para korban adalah saudara sebangsa sendiri kita TIDAK BISA LEBIH BERSATU PADU LAGI ?

Seharusnya momen ini adalah saat yang paling tepat untuk menunjukkan Keindonesiaan kita, Indonesia yang sangat peduli pada saudaranya yang tertimpa musibah, Indonesia yang berempati,Indonesia yang kompak dan bergotong royong membantu saudaranya, Indonesia yang tabah menerima conbaan namun tetap tabah dan pantang menyerah.

Mumpung sedang puasa , ayo kita singsingkan lengan baju, perbanyak amal ibadah dengan membantu saudara saudara kita yang tertimpa musibah di Tasik malaya dan Cianjur, BERSATULAH BANGSAKU , DUKA MEREKA JUGA DUKA KITA. Kita bantu mereka melanjutkan dan merajut kembali kehidupannya.

04/09/2009 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: