MATA HATI

deru suara hati

Anakku Mulai Belajar Berpuasa


Sebenarnya sudah dari minggu yang lalu saya ingin menulis tentang hal ini, tapi dikarenakan berbagai kesibukan dan  rasa malas yang sering menyerang tanpa ampunakhirnya justru di hari Senin ini yg biasanya super sibuk malah saya bisa meluangkan waktu untuk menulis, alhamdulillah.

Tepatnya Jumat terakhir sebelum pada hari Sabtu keesokan harinya berpuasa sayamendengarkan ceramah dari Khatib yang memimpin sholat Jumat ,beliau menjelaskan tentang keuntungan serta menfaat Ramadhan serta ajakan bagi makmum semua untuk menyambut bulan Ramadhan dengan penuh suka cita. Dalam salah satu uraiannya beliau menyatakan bahwa bagi kita yang sudah Dewasa berpuasa tidak lagi seperti anak kecil yang diiming – imingi hadiah barulah melaksanakan puasa, ” sebagai contoh anak kita dijanjikan uang seribu atau 2 ribu rupiah sebagai hadiah bila ia berpuasa setiap harinya, tapi kita yang sudah dewasa tidak lagi demikian namun ibadah puasa haruslah lahir dari hati dan kesadaran kita serta imbalan yang diharapkan tidaklah nyata secra fisik tapi hanyalah ridho dan pengampunan ALLAH”.

Khotbah beliau tentang merangsang anak untuk berpuasa tersebut membuat saya mengenang kembali masa kecil saya dan usia dimana saya mulai belajar berpuasa, dan menimbulkan pemikiran untuk mulai mengajarkan berpuasa kepada putra sulung saya Firman yang saat ini duduk di kelas 2 SD. Sewtribanya dirumah ide ini langsung saya bicarakan dengan istri dan ia langsung menyetujuinya tanpa pikir panjang. Kemudian Firman kami panggil dan sambil meneglus ngelus keplanya saya bilang, ” Mas, Firman kan sudah besar jadi sudah harus mulai  berpuasa. Mulai besok Mas Firman puasa ya, kalo berhasil sampe Magrib nanti papa kasih hadia uang 5 ribu rupiah, mau nggak? ” Dan ajaibnya tanpa pikir panjang dan sambil tersenyum anakku mengatakan, “Mau Pa !”. Senangnya hatiku mendengar ucapannya sambil cemas apa kira kira dia sudah mampu ya.

Image(145)

Alhamdulillah pada puasa pertama Firman sangup berpuasa sampai pukul 2 siang dan keesokan harinya bertahan sampai pukul 5 sore dan syukur alhamdulillah mulai dari puasa ketiga sampai hari ini anakku dapat berpuasa sehari penuh, tentu saja dengan bonus tambahan yaitu : ” Uang 5 ribu rupiah setiap selesai puasa dan menjelang lebaran ia minta dibelikan mobil Formula 1 dengan remote controle “. Bagi saya itu tidak masalah yang penting dia sudah mulai mengenalapa itu puasa walaupun baru sebatas menahan haus dan lapar.

Memang sungguh luar biasa energi yang dimiliki oleh anak – anak, walaupun berpuasa tapi Firman tidak pernah bisa diam, lari kesana kemari, main sepeda, menggambar dan berbagai aktifitas lainnya termasuk ngoceh tanpa henti…….. emang rada cerewet dia. Bahkan saat sabtu kemarin sebelum buka dan saya ajak ke Mall karena dia merengek minta mandi bola ternyata di sana dia main seolah olah tidak puasa dan buat saya menggeleng gelengkan kepalaserta kagum dengan begitu banyaknya energi yang ada dalam diri anak anak , Allahuakbar.

Sungguh bahagia rasanya menjadi orang tua , apalagi melihat anak anak yang merupakan darah daging kita sendiri tumbuh besar dan berkembang, melihat kelucuan mereka membuat kita tertawa, melihat keluguan mereka menghilangkan segala letih, bersenda gurau dan bercanda dengan mereka membuat waktu seolah berhenti, doa senantiasa kupanjatkan kepada Allah semoaga anak anakku tumbuh menjadi anak yang soleh dan berbakti pada orang tua,bangsa dan negara.

01/09/2009 - Posted by | Keluarga

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: