MATA HATI

deru suara hati

Marhaban Ya Ramadhan


RamadhanTanpa terasa esok umat Islam sudah mulai melaksanakan ibadah puas aselama satu bulan penuh.Bukankah waktu begitu cepat berlalu , pasti itu yang sering terlontar dari mulut kita begitu akan memasuki bulan Ramadhan,” Eh, nggak terasa ya tau tau sudah mau puasa lagi” atau ” Kayaknya baru kemarin deh kita puasa eh sudah puasa lagi sekarang” dan berbagai macam komentar lainnya.

Dan saya juga harus jujur bahwa kalimat itu juga kadang terucap dari mulut saya sendiri. Pada umumnya konotasi yang dapat kita tangkap ketika kalimat tersebut terlontar bukanlah suatu ungkapan kebahagiaan menyambut datangnya Ramadhan tetapi lebih cenderung pada keluhan bahwa saatnya berpuasa sudah tiba. Maka otomatis yang terbayang adalah harus bersusah payah menahan haus dan lapar,kurang tidur,sholat tarawih serta acara berbuka puasa bersama yang diadakan mulai dari lingkungan RT,RW sampai kantor.

Saya jadi teringat isi khotbah pada Jumat minggu yang lalu, dimana dikatakan,” Barang siapa yang menyambut datangnya Ramadhan dengan bahagia maka Allah akan mengharamkan api neraka bagi orang tersebut”. Jadi kalau dibandingkan dengan sifat kita seperti tertulis diatas sungguh sangat menyedihkan. Terus terang isi khotbah itu sangat membekas di hati saya dan membuat saya merefleksikan ulang bagaimana perilaku dan perasaan saya terhadap ramadhan yang sudah sudah. Saya juga berusaha sebisanya merubah sikap mental dan pikiran saya tentang makna sesungguhnya dari Ramadhan kali ini.

Bukankah dijanjikan kepada kita makna dan nilai dari ramadhan yang bila kita dapat mengerti hakekat dan fadilahnya akan membuat umat manusia meminta pada Allah agar setiap bulan adalah ramadhan. Bulan ketika pintu ampunan dibuka selebar lebarnya, ketika semua pinta dan doa langsung sampai kepada Allah, saat dimana semua amal ibadah kita dilipat gandakan dan saat dimana setan sang penggoda dikurung oleh ALLAH.

Wahai kawanku dengan begitu banyak manfaat dan ma’rifat dari bulan ramadhan sungguh saya merasa begitu hina dan malu dengan sikap mental saya yang lalu. Bulan ini haruslah saya sambut dengan kegembiraan ,dengan wajah yang berseri seri dan dengan hati yang ikhlas. Apakah kemudiana bahagia saja sudah cukup, jauh lebih penting lagi bila kita bisa memanfaatkan bulan suci ini untuk meningkatkan  kualitas keimana dan ketakwaan kita pada ALLAH SWT dengan lebih ikhlas dan khusuk dalam beribadah serta memperbanyak amal soleh.

Saya berharap bahwa Ramadhan kali ini dapat menjadi Ramadhan terbaik yang pernah saya jalani dan diakhir nanti saya benar benar dapat merasakan makna sebenarnya nilai kemenangan dari perang melawan hawa nafsu , semoga kau dengar dan mengabulkan niat dan pintaku ya ALLAH. Kepada saudaraku dimanapaun berada saya dan keluarga dari lubuk hati yang paling dalam meminta maaf lahir dan batin dan mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa.

MARHABAN YA RAMADHAN, ALLAHUAKBAR.

21/08/2009 - Posted by | Bebas

1 Comment »

  1. wlMNXY voyuodjghvkc, [url=http://jhzlnibdnmtm.com/]jhzlnibdnmtm[/url], [link=http://navecdurkwyr.com/]navecdurkwyr[/link], http://xflndszyvfgj.com/

    Comment by orgyjh | 02/09/2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: