MATA HATI

deru suara hati

Suara Dengarkanlah Aku (Pasca Pemungutan Suara)


TPS

Karena berbagai kegiatan yang segunung banyaknya berkaitan dengan pelaksanaan pemilu maka baru hari inilah saya sempat menyapa teman teman di jagad dunia maya kembali dan menceritakan pengalaman saya kemarin, berikut kisahnya.

Bangun pagi dengan rasa kantuk yang masih mendera tetapi tidak bisa tidak dan harus segera mandi, berpakaian kemudian segera berangkat ke kantor. Hari ini warga Binjai dan Indonesia secara keseluruhan akan berpesta demokrasi pada waktu yang tepat bersamaan dan seluruh acara hajatan diadakan di tempat yang sama bernama TPS ( Tempat Pemungutan Suara), bahkan waktu selesai pestapun diseragamkan yaitu pukul 13.00 waktu setempat.

Usai melaksanakan apel pagi saya masih harus menyelesaikan berbagai urusan surat menyurat di ruanganku dan tepat pukul 09.00 dimana saya yakin bahwa aktifitas di seluruh TPS sudah mulai ramai barulah saya bergerak dari kantor. Sesuai penugasan maka wilayah pantauan yang menjadi tanggung jawab saya adalah Kecamatan Binjai barat, Binjai Utara dan Binjai Timur.Hal yang menjadi obyek pantauan saya adalah bagaimana aktifitas anggota dalam mengamankan TPS, situasi di TPS secara umum serta berbincang bincang dengan masyarakat mengenai situasi keamanan di sekitar lingkungan tempat mereka tinggal. Jadi walaupun obyek pokok adalah pengamana di TPS namun sekaligus dapat digunakan untuk turun ke masyarakat dan mendengar keluhan mereka secara langsung tentang masalah keamanan dan ketertiban, seperti kata pepatah ” sekali dayung dua tiga pulau terlampaui”

TPS pertama yang saya datangi adalah TPS 11 di Kel.Paya Roba dimana saya saksikan masyarakat silih berganti memasuki TPS dengan urutan mendaftar, duduk di tempat menunggu yang telah disediakan,menunggu panggilan, mengambil surat suara di meja KPPS, mencontreng,memasukkan surat suara ke kotak dan terakhir mencelupkan salah satu jari tangan ke botol tinta sebagai tanda bahwa orang tersebut telah menggunakan hak pilihnya.

Terus terang saya sedikit terkejut dengan minat dan aspirasi masyarakat Binjai untuk menggunakan hak pilihnya pada wilayah yang saya pantau., karena hanya dalam tempo satu jam setelah TPS dibuka sudah terdata 120 an pemilih yang mencontreng dari 500 an pemilih yang terdaftar dalam DPT sehingga petugas KPPS optimis mereka akan selesai tepat waktu. Mungkin pendapat ini tidak mewakili keseluruhan minat masyarakat dalam mencontreng dalam pemilu kali ini namun demikianlah hasil pengamatan saya.

Total lebih dari 10 TPS yang saya pantau dan di beberapa TPS bahkan sampai mengantri hingga keluar area TPS karena kursi yang disediakan oleh KPPS di dalam TPS sudah penuh. Rata rata di setiap TPS saya akan singgah selama 15 – 20 menit yang saya gunakan untuk berbincang bincang dengan petugas Linmas, KPPS serta petugas Polri yang bertanggung jawab mengamankan TPS tersebut.

Salah satu hal yang selalu saya tanyakan adalah berkaitan dengan keputusan MK yang memperbolehkan masyarakat menggunakan KTP yang dibarengi dengan Kartu Keluarga untuk mencontreng di TPS karena MK beralasan bahwa menggunakan hak pilih merupakan HAM yang tidak boleh diganggu gugat.Dalam keputusan KPU dinyatakan bahwa baru setelah jam 12 siang para pemilih dengan menggunakan KTP dapat mencontreng.

Pertanyaan saya kepada KPPS adalah bagaimana bila sebelum jam 12 pemilih yang terdaftar dalam DPT telah selesai mencontreng, katakanlah jam 11.20 waktu setempat ,apakah pemilih dengan KTP sudah bisa mencontreng? Dan rata rata jawaban KPPS adalah ,”Kalau memang saksi setuju kenapa tidak, bukankah lebih cepat lebih baik!”

Saya amati ternyata jam jam dimana TPS kebanjiran pemilih adalah pagi hari ketika baru dibuka dan kemudian pukul 10 dan terakhit 1 jam sebelum TPS ditutup.Petugas KPPS pun bermacam macam gayanga ada yang berpakaian bebas, ada yang menggunakan batik bahkan ada juga yang menggunakan pakain adat Melayu…..keren bo……… Tapi kesamaan yang saya temukan hampir di tiap TPS yang saya kunjungi adalah, muka yang lebih sumringah karena tugas mereka lebih cepat selesai tidak seperti Pemilihan Legislatif kemarain yang surat suaranya saja sebesar koran, “full music” dan didirikan di dekat warung ;biar gampang memesan makanan kalau lapar komentar salah seorang petugas.

Secara keseluruhan pelaksanaan pemungutan suara di seluruh wilayah hukum Polresta Binjai dalam keadaan aman dan terkendali, terimakasih ya ALLAH atas rahmatmu dan  telah mengabulkan doaku juga doa seluruh negeri ini . Mengenai bagaimana hasil dari pemungutan suara saya kira tidak perlu saya sampauikan disini, karena teman teman bisa saksikan sendiri di televisi atau melalui internet.

Harapan saya semoga nanti setelah secara resmi diumumkan  oleh KPU siapa yang menjadi pemenangnya dan kemudian memerintah negeri ini untuk 5 tahun kedepan maka para kontestan yang kalah dapat menerimanya dengan legowo dan lapang dada sebagai cerminan negarawan yang bijaksana dan juga demi bangsa ini.Jangan biarkan ia tercabik karena kami semua tinggal dan bergantung padanya, pada Ibu Pertiwi Indonesia.

Binjai, 9 Juni 2009

09/07/2009 - Posted by | Kedinasan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: