MATA HATI

deru suara hati

Sabtu 14 Juli 1990


TN

Pagi Sabtu 14 Juli
Kau telah buka tabir prasasti
Kami bertekad ……… ( jujur hanya sebatas itu yang kuingat..ada yang mau nambahin ?)

Kurang lebih sebulan lagi tanggal 14 Juli , hari yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidupku, bahkan mungkin lebih kuingat dibandingkan tanggal pelantikanku menjadi seorang Perwira Polri di Istana negara, mungkin hanya bisa tersaingi dengan tanggal saat aku mengikat janji dengan istriku tersayang.

Masih segar dalam ingatan saat kami kelas 1.6 dibariskan didepan graha di suatu pagi yang cerah dengan menggunakan seragam biru biru yang masih pada kebesaran, baret biru bimob yang menggantung di kepala seperti roti trepes , juga dengan dasi biru tua yang bergelayut di leher seperti serbet atau sepatau hitam merek bata yang bagi sebagian kami anak kelas 1 SMA terasa menjadi bapak bapak…..tapi itulah yang kurasakan saat itu.

Namun penderitaan kami belum berakhir karena hanya setengah jam menjelang berangkat menuju Balairung Pancasila kami masih dikejutkan lagi dengan sutu benda yang bernama BRASO , cairan untuk mengkilapkan gesper kami yang semuanya kuning seperti tembaga. Braso tersebut dibawa oleh oleh seorang pamong yang aku lupa namanya tapi beliau adalah manatan Bintara pengasuh di AKMIL.

Kemudian kami berbaris menuju ruang makan untuk sarapan pagi dengan menu yang terus terang tidak kuingat lagi namun tetap segar dalam ingatan bahwa nasi dalam ompreng itu tetap Menidar setinggi harapan kami yang sesaat lagi akan dilantik dan secara resmi berhak menyandang sebagai Siswa Peratama SMA TN.

Masih kuingat lelah dan letihnya kami berlatih defile, masih terasa hangatnya butiran keringat serta panas yang mendera saat kami berlatih, namun tahukah kawan ternyata kegembiraan hati melahirkan ketulusan serta membangkitkan semangat kami semua untuk berlatih untuk kemudian memberikan yang terbaik saat pelantikan nanti.

Kami semua bergembira, kesedihan melepas teman teman yang tidak lulus seleksi jauh tertinggal dibelakang. Saat itu yang nampak hanyalah wajah penuh semangat dari 281 siswa terbaik dari seluruh penjuru negeri yang beranjak remaja ,penuh dengan kebulatan tekad dan semangat serta hasrat yang menyala nyala bahwa pilihan kami sudah tepat :

Di sini kami akan memulai langkah baru
Tempat kami akan bernaung dan tinggal
Belajar, berbaur dan berlatih
Dibawah bimbingan Pamong tercinta

Di Pirikan semua itu berawal
Tempat kami menggantungkan cita cita setinggi langit
Tempat mimpi kami dikumandangkan
Tempat harapan kami membuncah tak terkira

Langkah baru telah ditorehkan
Tingggalkan beban di pundak kami untuk berbuat
Berprestasi, berkarya dan terus berjuang

Disana kami menitipkan harapan dan asa
Disana kelak juga kami akan membuktikan
Semua kerja keras, ketekunan,persaudaraan, persahabatan
Niat luhur para pendiri kami

Bahwa kami memang layak dibanggakan
Kami layak mengaku sebagai alumni
Kami layak menuai hasil segala jerih
Kami layak menegakkan kepala

KAMI MEMANG PUTRA NUSANTARA

Life will never be the same again, and it happened as I passed the gate of my lovely SMA TN.

18/06/2009 - Posted by | Keseharian

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: