MATA HATI

deru suara hati

Ingin ini ingin itu


dora

Apa teman teman masih ingat dengan opening songnya kartun Dora Emon, ” aku ingin begini…………aku ingin begitu …….ingin ini itu banyak sekali……” Serial kartun ini secara rutin masih diputar di RCTI sejak saya masih kecil hingga sampai saat ini, luar biasa bukan? Kita tentunya sangat familiar dengan tokoh tokoh utamanya , Nobita,Doraemon,Shizuka,Sunei,dan Giant. Menurut artikel yang saya baca kartun ini merupakan kartun era 80 an yang menggambarkan situasi dan perikehidupan anak anak di Jepang yang sangat imajinatif.

Saya pikir dalam hidup “ingin ini dan ingin itu” juga berlaku buat kita semua , pernahkah kita menghitung berapa kali kita menginginkan sesuatu dalam sehari? Mulai dari kita membuka mata maka benak kita sudah dipenuhi dengan berbagai macam keinginan yang baru akan berhenti ketika kita tidur.

Selama kita masih bernafas maka keinginan dan nafsu akan selalu menyertai kita karena memang itulah sifat dasar manusia ” tidak pernah puas “. Dari satu sisi yaitu sisi positif maka rasa tidak puas itulah yang membuat peradaban manusia maju, kalau tidak tentunya kita masih akan menaiki kuda atau berjalan kaki untuk bepergian dalam jarak dekat. Kita tidak akan mengenal yang namanya pesawat terbang jika manusia hanya puas dengan mengendarai mobil untuk bepergian dan yang terakhir kita tidak bisa berbagi cerita di Blog ini lewat internet kalau manusia cuma puas dengan pena dari bulu angsa yang menggunakan tinta sebagai sarana untuk menyampaikan pendapat.

Sisi negatif dari keinginan dan nafsu tentunya juga tidak kurang kurang banyaknya, efek yang jelas sangat dirasakan saat ini adalah pemanasan global dan perubahan iklim akibat keserakahan manusia dalam mengelola bumi tanpa memperhatikan keseimbangan alam dan akibatnya jelas, gempa bumi, banjir,pertikaian bahkan perang juga merupakan sebuah produk dari keserakahan individu yang memaksakan keinginannya entah dengan dalih nasionalisme atupun martabat bangsa…………sungguh menyedihkan.

Kalau kita bicara puas , sampai kapan kita bisa puas? Punya tabungan ratusan juta ingin punya 1 Milyar, punya mobil satu pingin punya 2 atau 3. punya rumah yang nyaman pingin lagi punya rumah yang lebih besar……tiada habisnya. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menyiasati kepuasan ini?

Sebenarnya tidak perlu jauh jauh, kita sudah punya tuntunan agama sebagai sandaran dan tempat kita berpijak yang selalu dapat dijadikan pedoman untuk membatasi hawa nafsu ini. Dalam konsep agama kita mengenal apa yang dinamakan dosa dan pahala, bila kita berbuat baik maka akan berpahala dan sebaliknya. Namun dosa dan pahala ini tidak seperti kita belanja di toko, bayar 1 juta rupiah maka akan langsung bisa bawa pulang handphone. Dosa dan pahala tidak langsung dirasakan namun kita memerlukan keyakinan pada sang maha pencipta bahwa segala sesuatu sudah diatur oleh Nya dan akan selalu mendapatkan ganjaran atas perbuatan yang telah kita lakukan.

Agama mengajarkan kita untuk bersyukur sebagai pembatas keinginan yang begitu banyak, karena memiliki segalanya bukan berarti puas, namun hidup pas pasan juga bukan berati kekurangan. Tetapin dengan mensyukuri apa yang kita miliki saat ini maka apapun itu jua akan terasa nikmat serta menjauhkan diri dari penyakit hati yang dinamakan iri dengki serta mendatangkan kebahagiaan.

Sudahkah kita bersyukur, syukurilah atas hidup yang kita miliki, bersyukur atas istri dan anak yang menyayangi kita, bersyukurlah bahwa sampai saat ini kita masih bisa menikmati indahnya dunia.

Ya Allah di pintu Mu hamba mengetuk.

11/06/2009 - Posted by | Renungan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: