MATA HATI

deru suara hati

NEXT


NEXT

Tepat hari Minggu lalu ,setelah membaca secara maraton akhirnya saya selesaikan membaca karya MICHAEL CRICHTON yang terakhir yang berjudul NEXT, dimana dalam ulasannya disebutkan bahwa selain merupakan buku terakhir buku ini juga merupakan karyanya yang paling kontroversial karena mengupas banyak hal yang berkaitan dengan rekayasa genetika.

Kita akan diajak berpikir dan berimajinasi bagaimana apabila seandainya percobaan rekayasa genetika tersebut benar benar terjadi atau memang sebenarnya sudah ada dan terjadi namun tidak berani dipublikasikan karena akan menuai kecaman dari banyak pihak. Apakah rekayasa gen dapat dikatakan sebagai ” Playing God?” ketika manusia mencoba merubah sesuatu yang sudah digariskan dan diciptakan Tuhan secara sempurna, manusia mencoba mencampuri apa yang selama ini merupakan hak prerogatif Tuhan sang Maha Pencipta? Kalaulah benar itu semua terjadi, siapakah yang nantinya akan menjadi pemilik atau pemegang hak cipta dari gen sabar, gen mencintai, gen cantik atau gen kaya raya?

Ada banyak hal baru yang saya temukan setelah membaca buku ini, namun petunjuk dasar yang harus kita jadikan kerangka pemikiran dalam membaca buku ini adalah teori Evolusi Darwin karena kita harus mengerti bahwa manusia yang saat ini hidup dan dominan di muka bumi lahir melalui proses evolusi yang panjang dan memakan waktu jutaan tahun lamanya.

Hal baru tersebut misalnya bahwa sejak ilmuwan berhasil menemukan DNA dan kemudian pada tahun 2001 ketika para pakar genetika menyatakan bahwa mereka berhasil memetakan seluruh gen yang ada dalam tubuh manusia maka dapat kita ketahui bahwa antara manusia dan simpanse hanya berbeda 1,5 % yaitu sekitar 500 gen saja. Lebih jauh lagi pada tahun 2003 ilmuwan berhasil mendata dengan tepat gen gen mana saja yang berbeda antara kedua speies diatas.Tidak heran bila kemudian ilmuwan menyatakan abhwa simpanse merupakan kerabat manusia yang paling dekat, hanya saja mereka tidak dibekali dengan kemampuan bicaa seperti kita.

Belum lagi buku ini mengungkapkan berbagai percobaan genetika yang gagal namun tidak dipublikasikan karena takut akan menuai protes dari berbagai pihak. Hanya satu kesimpulan yang dapat dijelaskan dalam masalah ini yaitu bahwa riset tersebut melanggar adab dan kepantasan serta nilai nilai kemanusaiaan yang kita junjung tinggi sekarang ini.

Ada beberapa hal yang sangat menarik perhatian saya dari buku ini.

1. Hak Kepemilikan
Dengan berlatar belakang kejadian di Amerika dan mengacu pada hukum yang berlaku disana dan saya kira hal ini juga berlaku universal yaitu tentang jaringan yang berasal dari tubuh kita seperti darah, sperma, irisan hati dan kemudian saat dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ataupun saat jaringan tubuh kita diambil sampelnya utk pengobatan, pertanyaan yang selanjutnya muncul adalah ,” Siapakah pemilik jaringan tersebut yang nota bene diambil dari tubuh kita dan kemudian berada dalam laborotarium utk diteliti? “.

Ketika jaringan tersebut diteliti dengan menggunakan dana yang digalang dari masyarakat banyak dan juga para donatur kemudian membuahkan hasil berupa obat ataupun metode pengobatan maka selanjutnya akan dipatenkan dan dijual kembali kepada masyarakat dengan harga mahal dengan alasan bahwa obat tersebut dibuat melalui riset bernilai jutaan dolar selama bertahun tahun ( padahal berasal dari dana masyarakat ) dan mahalnya paten yang harus dibayar, masyarakat yang membiayai namun masyarakat juga yang harus membayar mahal untuk itu….sungguh ironis bukan.

2. Etika

Ketika manusia mencoba mengadakan kloning , yang sata ini sudah dilakukan dan dipublikasikan secar resmi adalah tentang domba yang bernama Dolly yang diklaim identik dengan domba dari mana sel indukannya diambil. Namun apakah pernah dipublikasikan bagaimana kegagalan yang timbul dan muncul sebelum domba yang sehat itu lahir. Apakah pernah diekspos tentang domba yang lahir dengan kakinya hanya tiga, tanpa tulang belakang atau kepalanya dua sebgao bagian dari percobaan. Mungkin kita hanya tinggal menunggu waktu hingga kemudian tiba saatnya bahwa manusia juga akan diklon.

Apakah manusia sudah mulai mencoba ” playing God ?” mencoba menjadi tuhan dengan berusaha melawan kodratnya. Selama ribuan tahun mansusia mencoba dengan segala cara untuk melawan alam, memodifikasikan alam utk kepentingan manusia. Diciptakan padi yang bisa panen setahun 3 kali berwarna emas, diciptakannya semangka tanpa biji, diciptakannya bunga tulip berwarna hitam.

Bagaimana bila nanti manusia menciptakan manusia tanpa sifat serakah, apakah serakah dibawa oleh suatu kelompok gen? Ataukah memang sifat yang bukan merupakan faktor genetis. Sebagain ahli berpendapat bahwa dengan adanya evolusi sebenarnya menunjukkan bahwa Tuhan melalui metodenya sendiri sudah melakukan rekayasa genetika sehingga baik hewan, tumbuhan ataupun manusia yang saat ini mendiami bumi adalah suatu hasil dari peristiwa tadi. Jadi bila kemudian manusia campur tangan dan berusaha mempercepat prosesnya hal tersebut bukanlah suatu hal yang tidak etis dan melanggar norma norma kemanusiaan.

Namun dari sudut pandangan agama sudah jelas bahwa manusia mencoba melawan kodratnya, manusia berusaha melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hak prerogatif Allah yaitu menciptakan manusia dengan segala kesempurnaan dan kekurangannya. Apa yang ada dalam diri kita merupakan berkah dari NYA walaupun kita tidak pernah merasa puas. Jadi bila kemudian ilmuwan mencoba melakukan percobaan dan risetnya pada manusia dapat kita kategorikan bahwa perbuatan tersebut melanggar hak asasi manusia dan sebuah penistaan terhadap agama.

3. Hak atas kekayaan Intelektual
Pernahkah terlintas dalam pikiran kita bahwa saat ini kita sudah menjadi korban dari iklan, lihat diri anda , lihat apa yang anda pakai dan kenakan , bukankah semuanya bertuliskan sebuah merek atau simbol tertentu. Tigapuluh tahun yang lalu orang belum pernah terpikir tentang ini, dan sekarang ketika anda berada dalam suatu keramaian sebenarnya terdiri dari kumpulan orang yang tengah mengiklankan suatu produk, dan kita adalah korbannya.

Bagaimana jika kemudian para ahli melakuka rekayasa genetika dan berusaha menciptakan tulisan atau simbol tertentu yang muncul pada kulit binatang atau tumbuhan yang terus melekat sampai ia mati. Pernahkah anda menbayangkan bila nanti anda menonton National Geographic tentang kehidupan hiu dan terlihat sekumpulan hiu dengan tulisan perusahaan minyak SHELL pada siripnya. Atau ketika kita berjalan di kawasan pemukiman kemudian terlihat anjing anjing yang berkeliaran dengan logo NIKE pada bulunya? ….who knows …?

Secara pribadi saya berpendapat bahwa manusia harus pada tunduk pada kodratnya, apa yang ada pada diri kita sekarang merupakan maha karya ciptaan ALLAH , syukurilah segala anugerah yang telah kita terima. Melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kodrat manusia adalah merupakan suatu tindakan yang tidak bermartabat dan secara tidak langsung kita merendahkan dan mempermalukan diri kita sendiri.

Jangan berlindung dibalik alasan kesehatan atau riset, kemajuan atau demi kelangsungan hidup umat manusia, ALLAH tidak pernah melarang manusia berpikir, berkreasi dan mencipta, sudah cukup manusia membuat kerusakan di muka bumi ini….tidak perlu kita tambah lagi dengan tindakan dehumanisasi atas jati diri kita sebagai mahluk paling mulia di muka bumi.

Mari sama sama kita lihat apa yang terjadi dimasa depan yang mungkin masih sempat atau tidak sempat kita saksikan.

04/06/2009 - Posted by | Buku

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: