MATA HATI

deru suara hati

Legends Of The Fall


LEGENDS of the FALL

Legend of the Fall

Menyaksikan filem ini ( lagi ) selalu membangkitkan suatu kenangan yang tak pernah hilang dari hati dan pikiran saya, kenangan akan sosok ayah yang biasa kami empat bersaudara pangill dengan panggilan “PAPA “. Filem ini dirilis pertama kali pada bulan Desember tahun 1994 di Amerika dan segera menyusul di berbagai negara lainnya dan segera menjadi Box Office dimana mana serta memenangkan Oscar tahun 1995 untuk kategori Sinematografi terbaik dari tiga kategori yang dinominasikan.

Mengapa saya katakan terkenang dengan ayah saya ? Karena filem ini saya tonton bersama Ayah dan juga kakak saya. Suatu moment yang jarang kami miliki karena seingat saya ( hanya itu yang bisa saya ingat sejauh ini ) kami nonton bersama lengkap dengan seluruh keluarga di Bioskop Mega di Jambi yang tahunnya saya lupa namun filemnya adalah filem Dono Kasino Indro yang cukup mengocok perut.

Kesempatan kedua hanya ayah, saya dan kakakku Maya yang ikut, filem yang kami tonton adalah The Last Of The Mohicans yang dirilis tahun 1992 di salah satu studio 21 di Jakarta yang saya tidak ingat lagi tempatnya dan saat itu saya masih duduk di bangku SMA. Filem Legends Of The Fall adalah filem terakhir yang kami tonton bersama dan mudah mudahan akan datang kesempatan selanjutnya untuk kami buat nonton bersama. Akhirnya saya jadi sadar dari mana hobi menonton filem ini datang …….ternyata berasal darinya. Ibuku pernah cerita bahwa dulu waktu kami masih kecil ia sering diajak ayahku untuk nonton dengan tetanggaku yang bernama Om Ujuk , asalkan malam minggu tiba pastilah pergi ke bioskop menjadi agenda yang selalu hadir.

Legends of The Fall telah saya tonton berapa kali secara penuh, namun jarang saya mau menontonnya lagi sampai habis walaupun sering diputar ulang di HBO karena akhir filem ini yang sad ending dan itu yang saya kurang sukai.Barulah tadi malam secara utuh filem ini dapat saya tonton lagi , dan seperti biasa saya tetap tidak terima dengan ending filem ini juga beberapa bagiannya yang penuh dengan kesedihan dan kisah tragis terutama saat Tristan harus kehilangan istrinya Isabel dan saat ia harus meninggalkan keluarganya utk kesekian kali dan selamanya.

Hal yang tidak pernah dilupakan dari filem ini adalah tokoh TRISTAN, bagi saya nama itu terdengar keren sekali di telinga apalagi diperankan oleh aktor yg juga menjadi pujaan kaum hawa diseluruh dunia yaitu Brad Pitt ( mungkin filem inilah yang pertama kali mengorbitkan namanya ke seantero jagat ) dengan rambut panjangnya yang pirang , mata biru , rahang yang kokoh serta gaya hidupnya yang dibesarkan ala Indian membuatnya menjadi tokoh yang begitu sentral di filem ini.

Tokoh Suzannah yang diperankan oleh Julia Ormond juga terlihat cantik sekali di filem ini , dimana ia menjadi wanita yang diperebutkan oleh 3 orang bersaudara Samuel,Tristan dan Alfred. Kemudian muncul lagi Isabel Two yang mendadak telihat begitu manis dan menawan saat ia beranjak dewasa , mengingat sejak kecil ia dibesarkan ditengah keluarga Kolonel Ludlow dan sangat memuja Tristan sejak saat itu.

Ketika Tristan kembali untuk yang kesekian kalinya ke rumah dari petualangan untuk mengobati hatinya yang gundah ia terpana melihat Isabel Two yang bermetamorfosa berubah menjadi remaja yang menawan , dan akhirnya mereka menikah dengan dikaruniai dua orang anak.Filem ini merupakan kisah yang diangkat dari sebuah novel yang berjudul sama dengan versi layar lebarnya dan berlatar belakang periode 1912 – 1963 berseting di Montana Amerika Serikat . Penuh kisah sedih dan mengharukan yang membuat mata saya berkaca kaca melihat bagaimana pasang surut hubungan emosional antara ayah dan anak yang terlihat dengan jelas sepanjang filem ini.

Dari awal kisah ini dinarasikan oleh seorang Indian yang bernama One Stab yang diajak tinggal oleh Kolonel Ludlow mantan tentara yang meninggalkan dunia militer setelah tidak sepaham lagi dengan kebijakan pemerintah AS untuk menumpas orang Indian yang merupakan penduduk asli Amerika dengan cara kekerasan.Menceritakan keluarga besar sang kolonel dengan ketiga anak lelakinya Alfred, Samuel dan Tristan sejal kecil hingga dewasa. Tokoh sentral adalah Tristan si anak tengah yang merupakan kesayangan sang Kolonel namun juga menjadi pemicu yang memperkaya plot cerita filem ini secara keseluruhan, hingga akhir hayatnya.

Pada akhirnya saya hanya ingin menyatakan bahwa filem ini akan selalu menjadi filem favorit saya dan juga sebagai suatu kenangan indah bersama sosok yang sangat saya hormati yaitu AYAH.

01/06/2009 - Posted by | Film

2 Comments »

  1. […] Legends Of The Fall […]

    Pingback by Mesothelioma Lawyer practising in Ludlow, New Mexico | 01/06/2009 | Reply

  2. film ini memang sangat menginspirasi..

    Comment by MixCopas | 25/01/2016 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: