MATA HATI

deru suara hati

KORUPSI ,KPK & POLRI ”BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH”


savaSejak duduk di bangku sekolah dasar kita sudah mengenal peribahasa “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” dengan baik. Kemudian saat beranjak dewasa ,pada tingkat pendidikan lebih lanjut kita juga mengenal peribahasa serupa seperti “berat sama dipikul ringan sama dijinjing, satu lidi tidak akan berguna , tapi ketika dijalin dalam satu ikatan maka dia akan menjadi sangat bermanfaat,dll”.

Peribahasa tentang persatuan tersebut secara lugas menyatakan bahwa kita akan menjadi lebih kuat kalau kita bersatu padu dan bekerjasama. Berusaha sendiri walau dilakukan dengan sekuat tenaga dan disertai dengan keahlian yang mumpuni tidak akan berarti banyak bila pekerjaan yang harus dituntaskan datang tiada henti. Ibarat berperahu melawan ombak maka bisa ditebak dengan mudah kemana akan berakhirnya, yaitu terseret dan tenggelam.

AKAR MASALAH

Mencermati haru birunya kondisi negara kita sebulan terakhir ini yaitu konflik antara KPK dan Polri yang diawali dengan proses pergantian Kapolri tentu saja menguras energi bangsa sehingga berbagai agenda politik,ekonomi dan hukum seperti tertahan walaupun pemerintah mengatakan bahwa semuanya baik baik saja.
Santapan kita sehari hari baik melalui media cetak , televisi maupun media sosial selalu dipenuhi dengan pemberitaan tentang KPK dan Polri. Media berlomba lomba menghadirkan beragam tokoh,ahli,politikus,pengamat dan pakar atau yang merasa pakar untuk berkomentar. Dan hasilnya bisa positif untuk menambah wawasan dan pengetahuan pemirsa tapi tidak sedikit juga yang tidak jelas omongannya alih alih mencari solusi tapi malah menambah keruh suasana…….capek deh!!!!!
Kita semua kenyang dengan santapan pemberitaan yang tiada henti, kita bosan dengan berbagai spekulasi tak jelas tentang akhir dari episode perseteruan ini dan kita juga lelah menunggu keputusan yang akan diambil oleh Presiden, tapi kita tidak boleh pesimis untuk berharap bahwa akan muncul jalan keluar terbaik yang diambil untuk menyelamatkan KPK,POLRI dan INDONESIA.

SEJARAH KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (biasa disingkat KPK) adalah lembaga negara yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. KPK bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya.Komisi ini didirikan berdasarkan kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002 mengenai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam pelaksanaan tugasnya, KPK berpedoman kepada lima asas, yaitu: kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, dan proporsionalitas. KPK bertanggung jawab kepada publik dan menyampaikan laporannya secara terbuka dan berkala kepada Presiden, DPR, dan BPK.

KPK dipimpin oleh Pimpinan KPK yang terdiri atas lima orang, seorang ketua merangkap anggota dan empat orang wakil ketua merangkap anggota. Pimpinan KPK memegang jabatan selama empat tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk sekali masa jabatan dan dalam pengambilan keputusan, pimpinan KPK bersifat kolektif kolegial.

TUGAS DAN KEWENANGAN

Komisi Pemberantasan Korupsi, mempunyai tugas:
1. Koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi;
2. Supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi;
3. Melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi;
4. Melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi; dan
5. Melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara.

Dalam melaksanakan tugas koordinasi, Komisi Pemberantasan Korupsi berwenang.
1. Mengkoordinasikan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi;
2. Menetapkan sistem pelaporan dalam kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi;
3. Meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi kepada instansi yang terkait;
4. Melaksanakan dengar pendapat atau pertemuan dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi; dan
5. Meminta laporan instansi terkait mengenai pencegahan tindak pidana korupsi.

Dari uraian tugas diatas terlihat jelas bahwa TUGAS KPK yang pertama dan kedua adalah melakukan KOORDINASI dan SUPERVISI, barulah kemudian melakukan PENEGAKAN HUKUM. Yang berarti bahwa hal yang harus diutamakan oleh KPK dalam bertugas adalah berkoordinasi dengan penegak hukum terkait , melakukan supervisi terhadap penanganan korupsi oleh penegak hukum lain ( Kejaksaan dan Polri ) barulah mereka melakukan pemberantasan korupsi, bukannnya dibalik dengan melakukan pemberantasan dulu baru berkoordinasi belakangan.

FAKTA & REALITA
 a. KPK
     Dalam sejarah perjalanannya banyak pengamat berpendapat bahwa KPK jilid I dan II mendapatkan penilaian yang  lebih baik dalam menjalankan tugas dan kewenangannya. Namun dimasa kepemimpinan saat ini atau sering disebut media KPK jilid III dengan gaya khasnya memanfaatkan media secara maksimal untuk memberikan efek kejut pada para pelaku korupsi namun disisi lain juga menimbulkan berbagai kritik dan pertanyaan tentang kemampuan KPK.Terutama ketika banyaknya orang yang mendapatkan status sebagai tersangka namun sampai lebih dari setahun tidak jelas proses penanganannya.

Ditengah tingginya ekspetasi dan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat pada KPK atau sering disebut dengan “public lovers” ternyata membuat para pemimpin jilid III menjadi terbuai dan mulai bermimpi indah.
Sebagian orang dalam medsos berkomentar bahwa para pemimpin KPK ini merasa paling hebat ,mulia,suci dan kastanya lebih tinggi dibandingkan penegak hukum yang lain, seolah menjadi SUPERBODI yang pasti paling benar,selalu benar,paling utama dan selalu mendapat dukungan penuh dari masyarakat terhadap apapun tindakan yang mereka lakukan.

Hingga hasilnya seolah olah hanya KPK sajalah yang bisa,mampu dan layak untuk melakukan penanganan kasus kasus korupsi di negara ini dengan menafikkan penegak hukum yang lainnya yang juga berwenang menangani kasus korupsi.

 b. Polri
      Sejarah telah menunjukkan bahwa Polri lahir seiring dengan proses kemerdekaan bangsa dan telah teruju kesetiaanya kepada NKRI. Dalam sistem pemerintahan maupun ketatanegaraan organisasi Kepolisian merupakan salah satu organ yang dipastikan keberadaannya bersamaan dengan Kejaksaan dan Kehakiman dalam rangka proses penegakan hukum.

Sesuai dengan tugas dan kewenangannya maka tugas utama Polri adalah perlindungan,pengayoman dan pelayanan serta yang terakhir adalah PENEGAKAN HUKUM. Dengan tugas yang sedemikian banyak dan kewenanangan yang sedemikian besar dan luas maka Polri juga kesulitan untuk melaksanakan tugasnya secara maksimal.
Oleh karena itu Polisi bukanlah SUPERMAN yang mampu memberantas setiap kejahatan yang muncul di tengah masyarakat, karena itu dalam berbagai kesempatan selalu disebutkan bahwa , “berkat informasi,kerjasama dan bantuan dari masyarakat Polda…,Polres…..,Polsek….berhasil mengungkap kasus tindak pidana…..”.

Jadi sudah sangat jelas Polisi tidak akan mampu bekerja sendirian karena menyadari berbagai keterbatasan yang dimiliki namun menyiasatinya dengan memberdayakan secara maksimal kemampuan serta peralatan pendukung yang telah tersedia tanpa mengenyampingkan profesionalisme profesi.

Dalam pelaksanaan tugas sehari hari Polisi juga lebih memilih upaya pencegahan dan menjaga keamanan dibandingkan dengan tindakan represif yang nantinya harus berakhir di pengadilan,karena pemberantasan adalah “ultimum remedium” atau upaya terakhir yang dengan sangat terpaksa harus dilakukan karena upaya preventif dan preemtif telah gagal dilakukan.

c. Alur Penindakan Korupsi

   Dalam rantai penanganan kasus korupsi oleh KPK,Kejaksaan dan POLRI akan terlihat fakta sebagai berikut :
   – KPK
     Bersifat komisi dan hanya fokus pada penanganan satu jenis tindak pidana saja yaitu korupsi, sehingga ruang geraknya menjadi lebih leluasa sekaligus fokus karena didukung dengan kewenangan penuh serta sarana , prasarana dan pendanaan yang besar. Dari sisi operasional tugas maka keseluruhan proses hukum berada dalam satu wadah yang dimulai dari proses penyidikan, penuntutan hingga pengadilan. Hal ini berarti akan mempermudah proses penyidikan dalam rangka penyelesaian berkas perkara sehingga tidak perlu bolak balik dan dengan cepat diselesaikan menuju tahap penuntutan karena penuntutnya juga berada di kantor yang sama dan memudahkan koordinasi dan demikian pula selanjutnya hingga proses persidangan. Seperti pergi ke supermarket apapun yang anda inginkan telah tersedia di satu tempat yang sama.

  – KEJAKSAAN
    Dalam melakukan penyidikan kasus korupsi Kejaksaan juga mendapatkan satu poin kemudahan karena para penyidik dan penuntut juga berada dalam satu atap atau bisa dikatakan mereka kamarnya bersebelahan. Sehingga koordinasi akan dapat dilakukan dengan mudah setiap saat baik dari sisi petunjuk kelengkapan berkas maupun pemenuhan unsur pasal ataupun hal lainnya. Oleh karena itu kita tidk pernah mendengar ada berkas korupsi yang ditangani Kejaksaan menemui kesulitan dalam penyelesaian berkas perkaranya dan dengan mudah mendapatkan P.21.

  – POLRI
    Polri dalam kesehariannya tidak hanya menangani kasus korupsi saja, tapi kasus apapun yang merupakan tindak pidana pasti akan diproses dan tidak pernah kekurangan kasus, bahkan yang ada yaitu tunggakan kasus yang terus menumpuk setiap tahun.

Walapun sudah ada unit khusus yang menangani kasus korupsi , Polri merupakan penegak hukum yang memiliki paling banyak faktor kesulitan dalam penanganannya. Sudah tidak terhitung berapa kasus korupsi yang berkasnya bolak balik seperti setrikaan karena dinyatakan belum lengkap atau P.19 oleh kejaksaan. Padahal penyidik sudah secara informal berkoordinasi dengan pihak kejaksaan , tapi toh tetap saja peristiwa diatas selalu terjadi.
Dan sudah barang tentu hal diatas akan berimbas pada lamanya waktu penanganan kasus, membengkaknya biaya operasional, energi yang habis terkuras dan otomatis menambah tumpukan serta antrian kasus lain yang harus tertunda untuk sementara.

Efek paling mudah dan sudah dirasakan oleh Polri secara langsung adalah selalu menerima kritikan pedas karena dengan mudah menjadi sasaran tembak karena kelemahan diatas dan berujung pada kerja kerasnya tidak mendapatkan penilaian yang layak,plus yang paling parah dianggap tidak berbuat apa apa untuk memerangi korupsi…….sungguh tragis……!!!

Kalau kita menggunakan istilah rantai piramida makanan seperti dalam pelajaran biologi , maka dalam penanganan kasus korupsi,Polri akan berada pada posisi paling bawah,rendah atau dasar dari piramida tersebut dengan berbagai faktor kesulitan yang telah disebutkan diatas. Sementara Kejaksaan berada pada posisi tengah dan KPK berada posisi puncak yang merupakan ujung rantai tertinggi atau predator karena sifat dan kewenangannya.

Oleh karena itu sudah sepantasnya bila kita menggunakan sistem kredit poin, setiap kasus korupsi yang ditangani oleh Polri mendapatkan score 3 karena tingkat kesulitan dalam koordinasi dan penanganannya sementara Kejaksaan mendapat score 2 dan KPK mendapat score 1.  Artinya setiap 1 kasus yang ditangani oleh Polri akan bernilai sama atau setara dengan 1 kasus yang ditangani oleh KPK barulah akan menjadi sedikit berimbang.

PENUTUP

Kembali pada awal tulisan ini , hendaknya masing masing pihak menyadari bahwa dengan masifnya kejahatan korupsi di negara ini tidak akan mungkin bila hanya dilakukan oleh satu lembaga saja, apakah itu KPK,POLRI dan KEJAKSAAN . Meskipun seandainya mereka diberikan dengan kewenangan yang sangat besar dan istimewa pasti akan tetap kepayahan dan mungkin saja akan berakhir dengan mengangkat bendera putih yang berarti menyerah dan kalah dengan budaya korupsi yang sudah mengakar.

Apalah artinya bila KPK yang berjuang sendirian melawan air bah bukan lagi hanya bersifat arus korupsi di negeri ini , sudah gampang ditebak akan berakhir dengan menghantam karang atau tenggelam oleh luapan air. Kalau diibaratkan sapu lidi , apalah artinya KPK yang hanya sebatang lidi tapi harus membersihkan pekarangan yang kotor dengan kasus korupsi seluas stadion senayan , yang hanya untuk membersihkan area seluas 1 meter persegi saja sudah kepayahan. Apalah artinya KPK kalau nyalanya hanya bisa seterang lilin tapi harus menerangi satu rumah, yang tampak tetaplah hanya kegelapan yang melanda.

Oleh karena itu sudah saatnya kita merapatkan barisan , atau menggunakan istilah Presiden Jokowi maka para penegak hukum harus bersinergi dalam pemberantasan kasus korupsi. Tiga elemen penting ini yaitu Polri,Kejaksaan dan KPK harus bahu membahu dan menyatu untuk melakukan perang suci melawan para korupter yang telah terlalu lama membelenggu dan menjajah negeri ini. Akhir kata kita kembali pada semboyan kita , “bersatu kita teguh , bercerai kita runtuh.”

Negara…… medio Pebruari 2015

26/02/2015 Posted by | Keseharian | 1 Comment

SYUKURI APA YANG ADA


ssyukurTiga orang penumpang yg tertidur itu sontak terbangun seraya membenarkan sarung yang sekaligus menjadi selimut akibat jalan yang menikung tajam dan bergelombang . Raut wajah memelas dan mata sayu menahan kantuk sekilas terlihat walau hanya diterangi cahaya lampu mobil yang kutumpangi.

Mereka terbangun bukan dari ranjang yang empuk atau dari kursi nyaman mobil mewah, tapi mereka terbangun dari tidur lelap di sebuah mobil carry bak terbuka menjelang tengah malam.Mobil itu saya salip di daerah Pekutatan dalam perjalanan saya dari Denpasar ke Jembrana usai melaksanakan tugas dadakan.

Suatu perasaan menoreh  hati saya , rasa kasihan dengan kondisi mereka sekaligus rasa kagum atas ketabahan mereka dalam menjalani hidup.Perjalanan terus berlanjut dan mobil kami melaju dengan pesat menembus gelapnya malam.

Ketika melihat kondisi diri maka hal pertama yang terlintas dalam benak saya adalah betapa beruntungnya saya. Menaiki kendaraan yang nyaman karena dilengkapi pendingin udara plus disupiri pegawai kantor, sungguh kontras dengan kondisi mereka.

Ya Allah sungguh aku harus lebih banyak lagi mengucapkan rasa syukur pada Mu , harus lebih banyak lagi merasa cukup dengan segala yang telah kudapat.

Perjalanan hidup memanglah tidak mudah, selalu dipenuhi oleh jalan panjang , terjal dan berliku.Tidak semua keinginan dapat terwujud , tidak semua cita cita dapat diraih . Kebahagiaan ternyata bukan diukur dari apa yang harus kita dapatkan nantinya tapi diukur dengan bagaimana mensyukuri segala yang telah kita miliki dan raih selama ini.

Semoga kita semua termasuk orang yang pandai bersyukur, amiiin.

 

September 2014……Somewhere between Denpasar and Negara

 

09/09/2014 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

TAMAN KANAK KANAK – TAMAN YANG PALING INDAH


TKDalam suatu kesempatan saya diajak oleh istri untuk mendampinginya menemui Ibu kepala sekolah sebuah lembaga pendidikan Islam di Denpasar, untuk melakukan wawancara sebagai salah satu persyaratan untuk melanjutkan pendidikan Jasmine ke TK setelah sebelumnya menamatkan level Play Group.

Sebelumnya kami berdua sempat berdiskusi tentang hal ini dan dengan kesal menyatakan kengganan saya untuk datang kesana. Dengan sedikit nada tinggi saya bilang,”Kenapa sih harus datang berduaan segala ? papi kan banyak kerjaan yang gak bisa ditinggal !”

Istriku kemudian berkata , “Pi, kata orang tua teman Jasmine datangnya harus lengkap ayah dan ibunya!”. Akhirnya dengan berat hati sayapun menyanggupinya untuk datang bersama sama istri menuju ke sekolah Jasmine. Namun apa daya saat hendak masuk kedalam mobil handphone saya berdering menandakan sebuah pesan masuk yang memerintahkan saya harus menuju ke kantor karena di panggil Pak Direktur.

Kemudian saya bilang ke istri, “ Masa sih nggak bias mami sendiri yang kesana, coba dulu deh!”. Istrikupun menyetujui dan langsung berangkat menuju ke sekolahnya Jasmine sambil menuntun si bungsu bersamanya.

Malam harinya sepulang kantor istrikupun menceritakan hasil pertemuannya dengan kepala sekolah TK tersebut dan dengan sedikit kesal ia mengatakan bahwa dirinya di tolak, dengan tegas Ibu Kepsek mewajibkan kedua orangtua harus hadir lengkap untuk melakukan wawancara sebagai persyaratan wajib bagi calon murid untuk diterima bersekolah di sana.

Keesokan lusanya dengan terlebih dahulu minta ijin dengan Pak Direktur saya berangkat tepat pukul delapan pagi menuju ke sekolahnya Jasmine. Setelah menunggu hamper 15 menit kemudian kami berdua dipersilahkan masuk ke ruang kepala sekolah untuk memulai wawancara.

Ruangan tersebut berbentuk  persegi dengan luas sekitar 2 x 1,75 meter berdinding triplek berwarna biru lembut , berisikan sebuah meja kerja dan dengan 2 kursi tamu serta sebuah rak buku yang hanya terisi setengahnya. Ruangan tersebut sangat sedehana namun terasa nyaman dan teduh sehingga seketika menerbitkan perasaan nyaman di hati kami berdua.

Ibu Kepala sekolah kemudian mengucapkan salam dan memperkenalkan diri sebagai Ibu Sarah , dengan nada ramah ia menyatakan perasaan bahagianya dapat bertemu kami berdua. “Mohon maaf bapak dan ibu telah menyita waktunya untuk datang ke sini. Sekolah kami memang mewajibkan hal ini, karena kami ingin mengenal secara pribadi kedua orang tua siswa sekaligus menjelaskan berbagai hal tentang tata tertib, peraturan dan hak siswa di sini”.

Penerimaan yang ramah tersebut terus terang saja menerbitkan sedikit perasaan menyesal di hati karena sempat menyepelekan acara ini dan menganggapnya tidak penting serta tidak bermanfaat. Ibu Sarah kemudian menambahkan,” Bapak dan Ibu perlu diingat bahwa di sekolah inilah nanti selama sekian jam anak ibu akan kami didik dan latih untuk menjadi anak yang solehah dan mandiri, kami juga ingin meyakinkan bahwa anak ibu aman selama di dalam lingkungan sekolah sehingga bapak dapat bekerja dengan tenang di kantor”.

Kamipun berdua menurut saja ketika harus di foto bersama setelah mendapat penjelasan bahwa ini untuk memastikan bahwa kami adalah orang tua sebenarnya dari Jasmine , juga untuk mengantisipasi bahwa ketika pulang sekola yang menjemput si anak adalah benar benar orang tua,keluarga atau orang yang dikenal oleh si anak.

“Perlu saya tambahkan agar bapak dan ibu benar benar dapat memberi suri tauladan yang baik bagi anak anaknya”. Dalam hati saya membatin , tentu saja setiap orang tua pasti ingin selalu memberi tauladan yang baik bagi anak anaknya. Siapa sih yang mau kasih contoh jelek sama anak ?

 Belum selesai saya membatin , Ibu Sarah degan suaranya yang ramah kembali bilang , “ Bapak , Ibu jangan lupa kalau anak adalah MESIN FOTOCOPY YANG PALING CANGGIH !”.  Kami sebagai guru sering kali menyaksikan pada saat jam istirahat seorang anak dengan polosnya menirukan mimik muka marah sambil nyerocos dengan nada tinggi pada temannya. Kemudian si anak dengan santai ngomong ke sang teman, “Gitu loh kalau mamaku lagi marah dan cerewet sama papaku!”

Pada kesempatan lain seorang anak berjalan dengan sedikit aneh sambil bilang pada temannya, “ Gini lho gaya bapakku kalau lagi jalan…keren kan……!”

Atau pada suatu ketika salah seorang siswi saat mendengar suara bentakan secara otomatis menunduk sambil melindungi mukanya seakan akan hendak dipukul, setelah diajak bicara baik baik oleh guru ternyata sang anak secara reflek menirukan sikap ibunya yang sering kali dipukuli oleh ayahnya yang pemarah.

Kata kata “mesin fotocopy paling canggih” begitu melekat di hati dan pikiran saya. Dengan jujur saya harus mengakui bahwa Ibu Sarah benar benar seorang pengajar yang baik dan berpengalaman . Dan pertemuan ini saya rasakan sangat bermanfaat bagi kami berdua dalam mengasuh dan membesarkan putri kami Jasmine untuk selanjutnya .

Tidak salah rasanya keputusan menitipkan anak kami untuk bersekolah di sini yang begitu memperhatikan pendidikan serta kejiwaan anak. Sambil berjalan keluar dari sekolah menuju kendaraan  dengan disertai wajah yang jauh lebih tenang dan lega dari sebelumnya sayup sayup terdengar lagu yang sangat saya kenal yang dinyanyikan oleh sekelompok anak TK secara beramai ramai, begini lagunya :

TAMAN YANG PALING INDAH

HANYA TAMAN KAMI….

TAMAN YANG PALING INDAH

TAMAN KANAK KANAK….

 

TEMPAT BERMAIN

BERTEMAN BANYAK….

TAMAN YANG PALING INDAH

TAMAN KANAK KANAK….

 

Ditulis di meja jati tua untuk dibaca oleh semua.

Negara, akhir Agustus 2014

26/08/2014 Posted by | Keluarga | Leave a comment

POLISI dan LAJU PERTUMBUHAN KOTA


polisiDalam rubrik metroplitan harian Kompas edisi Rabu 13 Agustus 2014 membahas tentang Tata Kota yang menceritakan upaya apa saja yang dilakukan untuk menjadikan kota lebih  layak  dihuni. Karena saat ini kota kota di seluruh dunia menghadapi permasalahan dan tantangan yang hampir sama yaitu pesatnya laju urbanisasi.

Situasi ini secara otomatis membuat kota makin sesak dan berimplikasi langsung maupun tidak langsung kepada berbagai macam sendi dan peri kehidupan di kota tersebut, seperti masalah transportasi,perumahan, ruang publik kota, sampah,dll

 

Kalau kita kembali ke awal tahun 90 an , kita mungkin masih ingat bahwa pada era itulah hampir setiap kota di Indonesia berlomba lomba untuk mencari suatu singkatan yang diharapkan akan menjadi identitas dari kota itu sendiri.

Misalnya di kota kelahiran saya dengan slogan Jambi kota BERADAT ( bersih,aman dan tertib) , atau slogan beberapa kota di jalur Pantura Jawa Tengah dengan :

– Brebes Berhias (bersih, rapi, hijau, indah, aman dan sehat,)

– Tegal Bahari (bersih, aman, hijau, asri, rapi, dan indah)

– Pemalang Ikhlas (indah, komunikaif, hijau, aman, sehat)

– Pekalongan Batik ( bersih, aman, tertib, indah, dan komunikatif)

– Semarang Atlas (aman, tertib, lancar, aman, dan sehat)

– Jakarta BMW ( bersih, manusiawi dan berwibawa)

Saat ini di masa pemerintahan Jokowi – Ahok , Jakarta sebagai kota yang menjadi acuan utama di Indonesia juga menghadapi permasalahan yang sama dengan pendahulunya yaitu masalah turunan tentang KEMACETAN DAN KEBERSIHAN KALI/SUNGAI serta tantangan kedepan untuk memenuhi harapan penduduknya akan kota yang lebih manusiawi sebagaimana slogan kota Jakarta.

Dalam edisi harian Kompas yang sama pula Ikatan Ahli Perencana yang merupakan para ahli dengan basis disiplin ilmu yang dikenal dengan Planologi ( ilmu tentang perencanaan kota ) mengadakan suatu survei persepsi masyarakat mengenai kota yang nyakan untuk ditinggali ( Indonesia Most Livable City ) pada 2014. Survei ini melibatkan 1000 responden yang tersebar di 18 kota di Indonesia , hasil survey ini menghasilkan ada 30 kriteria tentang kota layak huni tersebut .

Selanjutnya saya coba mensarikan dari 30 kriteria tersebut apa saja yang nantinya akan memiliki relevansi dengan tugas saya sebagai seorang anggota Polri ataupun pada bagian apa setidaknya Polri dapat berperan serta, beberapa kriteria tersebut antara lain :

  • tingkat kriminalitas
  • tingkat kelancaran lalu lintas
  • tingkat pencemaran lingkungan
  • kualitas kebersihan lingkungan
  • akses informasi pelayanan publik

Karena tidak dapat di pungkiri bahwa tugas tugas kepolisian akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap denyut nafas kota , dengan mendasari pemikiran tersebut maka sudah sepantasnya bila Polri sudah mulai memikirkan langkah langkah strategis apa yang dapat dan harus dilakukan untuk turut berperan serta dalam meuwujudkan kota menjadi sebuah “tempat yang lebih layak untuk  dihuni”

Untuk tiga kriteria pertama saya kira tidak perlu penjelasan lagi karena memang benar benar menjadi tugas pokok atau bisa diibaratkan sebagai makanan kita sehari hari. Kemudian bagaimana dengan dua point yang terakhir ?

Kualitas kebersihan lingkungan

Hal yang dapat kita lakukan adalah bagaimana menjadikan setiap kantor Polisi mulai dari tingkat Polda sampai ke Pol Subsektor dapat menjadi suatu role model atau contoh tentang suatu lingkungan yang tidak hanya bersih tapi juga asri sehingga siapapun yang datang kesana akan merasa nyaman dan sejuk.

– bangunan dan ruang kerja bersih serta teratur yang mengadopsi konsep green environtment

– taman yang asri dan teduh

– tempat sampah yang tersedia di berbagai pojok

– toilet dan kamar mandi yang harum dan bersih

Sehingga diharapkan hal ini menjadi panutan, kebanggaan dan dapat kita tularkan kepada masyarakat luas bahwa Polri sudah berpikir jauh kedepan dalam rangka membantu kota untuk mencapai tujuannya.

Akses informasi pelayanan publik

Apakah kawan kawan pernah mendengar istilah PPID ( Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi ) ,sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ?

Kalau kita masih ingat dulu kita pernah memiliki PPID ini di setiap kantor Polres ,karena sejalan dengan program reformasi dan birokrasi pemerintah yang mewajibkan setiap kementrian dan lembaga memilikinya.

Namun entah bagaimana nasibnya kini karena seiring dengan berlakunya Perkap No 23 tahun 2010 tentang SOTK pada tingkat Polres dan Polsek nama PPID ini tidak pernah terdengar lagi.

Sudah selayaknya bila hal ini kita hidupkan kembali untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi tentang Polri , walaupun berbagai hal telah kita lakukan yang secara tidak langsung merupakan perwujudan dari keterbukaan dan untuk memudahkan akses informasi pelayanan publik contohnya :

– sms 1717 tentang data ranmor ( Polda Metro Jaya )

– website Polri, Polda dan Polres ( kadang jarang diupdate )

– akun facebook dan twitter milik Polda ,Polres dan Polsek (idem kebanyakan jarang diupdate)

– dll

Namun kita harus berlapang dada untuk mengatakan bahwa di bidang Reskrim yang digadang gadangkan sebagai “core bussiness Polri” ,  sampai saat ini saja cara terbaik bagi masyarakat yang membuat Laporan Polisi untuk mengetahui perkembangan penanganan kasusnya hanyalah dengan dengan datang sendiri ke kantor polisi . Sehingga kita pernah mengenal istilah “Keroyok Reserse” di masa Kapolri Jendral bambang Hendarso Danuri.

Mungkin bidang atau sektor inilah yang pertama kali harus kita benahi untuk menyediakan informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat , walaupun beragam tantangan yang tidak mudah menghadang seperti kualitas dan kuantitas penyidik , jumlah kasus yang terus bertambah dan semakin menumpuk,  rendahnya biaya penyelidikan dan penyidikan, dll.

Kita harus optimis bahwa kita pasti bisa melakukannya selama kita memiliki kemauan yang kuat  dan keberanian untuk mencoba mewujudkannya, karena ada orang bijak yang mengatakan , ” KITA TIDAK PERNAH DIKATAKAN GAGAL KALAU KITA TIDAK PERNAH MENCOBA”.

So……..Let’s Try…….

 

Ditulis di Negara , jelang HUT RI Ke 69

13/08/2014 Posted by | Kedinasan | Leave a comment

WANITA PERKASA


ibukPanas yang terik di siang itu tak menghalangi keceriaan dan kegembiraan yang muncul , hal tersebut terlihat dengan jelas dari pancaran wajah dan gerak tubuh mereka. Tiga orang perempuan terlihat duduk dibawah sementara lima orang pria duduk sambil bersila diatas pondok kecil tak berdidinding yang menjadi tempat istirahat mereka di sebuah penggilingan padi di Desa Manistutu, Jembrana.

Piring dan gelas yang kosong menandakan mereka sedang beristirahat setelah selesai makan siang sambil menunggu waktu untuk melanjutkan pekerjaan mengeringkan gabah yang baru saja dipanen.

Dalam pandangan saya sangat jelas tergambar perbedaan yang nyata antara pria dan wanita dalam situasi tersebut. Dari dulu wanita selalu diposisikan sebagai pihak yang lemah dibandingkan laki laki , diangap lebih rendah martabatnya dan tidak tahu apa apa.

 

Bahkan kondisi wanita yang seperti ini diabadikan dalam sebuah lagu dengan judul “Sabda Alam” yang salah satu penggalan syairnya sangat kita kenal dengan baik. Lagu yang secara tidak sengaja terdengar dari radio yang ada di mobil saya dan terasa sangat pas dengan pemandangan yang baru saja saya lihat.

Wanita dijajah pria sejak dulu …..

Dijadikan perhiasan sangkar madu…..

 

ibuukSaya lantas berpikir dan berusaha mencerna syair lagu tadi dan semakin saya rasakan kalau sesungguhnya tidak tepat kalau dianggap wanita demikian. Secara alami kondisi fisik wanita memang lebih lemah daripada pria , tapi kenyataannya pekerjaan dan beragam hal yang dilakukan oleh wanita , apalagi wanita dengan status sebagai istri dan ibu jauh lebih berat, mau bukti ?

Sementara lelaki hanya perlu berkonsentrasi penuh terhadap pekerjaannya , tapi seorang ibu mesti melakukan banyak hal :

  •      menyiapkan sarapan suami dan anak anak
  •      memandikan anak
  •      menyiapkan baju untuk anak
  •      merapikan rumah
  •      belanja
  •      masak
  •      nyuci
  •      nyetrika
  •      menyuapi dan menidurkan si kecil
  •      berangkat kerja
  •      membantu bikin PR anak
  •      pusing memikirkan anak yang sakit
  •      dlll

 Anda lihat sendiri , sungguh bukan pekerjaan yang mudah !

Bahkan memasak yang hanya terdiri dari satu kata tetapi bila dijabarkan terdiri dari banyak sekali rangkaian kegiatan mulai dari memikirkan resep,menyiapkan bumbu,memasak hingga matang dan menyajikannya ke meja makan. Dan akan menjadi peristiwa yang sering menyakitkan hati ketika makanan yang dimasak dengan sepenuh hati dan penuh cinta ternyata dimakan dengan tidak berselera oleh sang suami dan anaknya, apalagi bila ternyata makanan tersebut tidak disentuh sama sekali…

 

Dalam kondisi normal saja semua pekerjaan tadi sudah sangat melelahkan , tapi para wanita tangguh tersebut tetap melakukan pekerjaannya tanpa pernah mengeluh walaupun mereka sedang hamil, bayangkan ?

Dengan seabreg pekerjaan rumah tangga yang saya sebutkan diatas , masih banyak wanita yang juga harus ikut bekerja menambah penghasilan ekonomi keluarga. Sungguh luar biasa kekuatan dan ketangguhan mahluk yang selalu kita bilang mahluk lemah itu.

Oleh karena itu , coba kita renungkan kembali para wanita yang selalu ada dan sangat dekat di sekitar kita : ibu dan istri tercinta.

Marilah berusaha lebih berempati, menghargai dan mengingat betapa besarnya peran mereka dalam kehidupan kita. Jangan kita selalu merasa lebih capek , lebih hebat dan lebih berjasa dalam keluarga ketimbang wanita. Karena sesungguhnya merekalah yang harus lebih kita hargai dan hormati dalam kehidupan ini.

Bila mungkin kita baru menyadarinya sekarang , tapi Nabi besar Muhammad SAW sudah mengatakannya sejak 1400 tahun yang lalu, dimana dalam salah satu hadisnya :

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

 

Semoga bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua terutama bagi diri sendiri …………

 

Negara , Mei 2014

06/05/2014 Posted by | Keseharian, Renungan | Leave a comment