Selamat Ulang Tahun Ibu Tersayang
29/04/2010
55 tahun tepat usiamu , namun selama itu pula tak pernah berkurang kasih sayangmu kepada kami anak anakmu , selama itu pula tak pernah terlupa bibirmu meminta pada Allah untuk kebahagiaan kami dalam setiap doamu, selama itu pula tak pernah terlontar helaan nafasmu mengeluh dalam mengasuh dan membesarkan kami….. anak anakmu.
Namun, apa yang sudah ku perbuat untumu Ibu ? Saat kami sudah besar mampu berdiri sendiri dan larut dalam pekerjaan serta keseharian, masihkah sempat kami mengingatmu Ibu? Jasamu tak terkira, kasih sayangmu tak bertepi, dengan apa membalasnya ?
Jumat 16 April lau, sehabis Jumatan kami sekeluarga membuat surprise dengan membuat tumpeng memperingati ulang tahun Mama dan mama sama sekali tidak menduganya. Masih terbayang cucuran air mata tulus mengalir dari pipinya yang keriput , masih terasa tatapan mata penuh kasih yang terlintas dari sorot matanya, lidahmu kelu dan tak mampu berkata. ” Ananda mama tak bisa berkata apa apa selain perasaan haru dan ungkapan terimakasih atas hadiah dari ananda “
Merinding bulu kuduk ini mendengar untaian kalimat yang engkau ucapkan sambil terbata bata diiringi tangisanmu. Sungguh Ma ini tetap tidak seberapa dibanding jasamu pada kami semua. Di sisa usiamu kami anak anakmu ingin selalu membahagiakanmu, tak ingin menyakiti hatimu, dan mendoakanmu agar senantiasa panjang umur dan bahagia selalu.
Doa kami anak anakmu agar senantiasa engkau diberi kesehatan, panjang umur , berbagi kebahgiaan dengan kami semua, menyaksikan cucu cucumu yang lucu tumbuh besar dan menyaksikan bahwa kami anak anakmu senantiasa hidup rukun dan damai.
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas …….
Ibu ……….
MEMBACA
10/12/2009
Hal yang paling banyak saya lakukan selama 24 jam dalam sehari selain bernafas ( kalau nggak nafas udah game dari dulu dong ha….ha….ha….. ) adalah membaca. Membaca disini bukan dalam artian membaca surat surat yang masuk ke meja kerjaku dan kemudian memberikan disposisi atau petunjuk tapi membaca dalam arti sebenarnya.
Kegiatan rutinku sebelum apel pagi adalah membaca surat kabar dengan ditemani televisi yang menyala serta secangkir teh hangat. Jadi kalau ada berita yang menarik di televisi maka untuk sementara kegiatan membaca dihentikan dan setelah selesai baru dilanjutkan lagi. Kemudian menyalakan laptop , mengecek email dan blog saya ( membaca lagi ) , bila tidak ada kesibukan lain seperti rapat, menerima tamu atau ke lapangan mengecek kegiatan anggota maka dapat dipastikan kegiatan yang akan saya lakukan adalah membaca.
Demi memenuhi hobi saya yang tidak pernah ada habisnya ini otomatis saya rajin ke toko buku , kadang kadang saya berpikir tentang besarnya pengeluaran yang dihabiskan untuk membeli buku karena jika membeli barang lain diluar kebutuhan pokok maka saya akan selalu berhitung hitung tentang perlu tidaknya barang tersebut dibeli serta memepertimbangkan uang cash yang ada di dalam dompet. Tapi kalau sudah masuk ke toko buku ,jujur saya menjadi gelap mata ,segala kalkulasi,perhitungan dan prinsip penghematan akan minggat entah kemana yang ada hanya mencari,melihat ,cocok dan masukkan dalam kantung belanja.
Yang lebih kacau lagi, sampai saat ini saya masih merasa kurang sreg dengan diri sendiri tentang buku yang saya beli dan baca. Jenis buku favorit saya adalah komik dan novel dengan latar belakang sejarah,detektif atau percintaan. Tapi untuk membaca bacaan yang berat sepertinya masih jarang sekali saya lakukan , dalam sebulan saya bisa menyelesaikan 1- 5 novel ( kalau komik jangan dihitung ) tapi untuk bacaan yang berat belum tentu dalam 6 bulan bisa tamat 1 buku.
Sementara ini prinsip yang saya anut adalah membaca apapun juga akan memberikan banyak pengetahuan yang bermanfaat jadi tidak perlu baca yang berat berat toh sudah menambah pengetahuan ( bodoh banget ya pemikiran gw…….?). Untuk menambah wawasan dan pengetahuan saya tentang hal lain saya dapatkan dari internet, beberapa milis yang saya ikuti dan tentu saja dari hasil pembicaraan serta pengalaman yang telah saya alami.
Membawa buku kemanapun saya pergi juga menjadi kebiasaan yang selalu saya lakukan. Rasanya sayang banget bila saya entah kenapa terperangkap dalam satu situasi apakah itu menunggu antrian, dalam perjalanan,menunggu teman atau antri di bank maka membaca akan menjadi teman terbaik. Ketimbang ngobrol nggak karuan,ngelamun,bosan atau malah mata jelalatan tidak karuan dan nambah nambah dosa aja ha…ha….ha….
Akibat kebiasaan membeli buku yang rutin ini maka di setiap pojiok rumah saya akan ditemukan tumpukan buku dimana mana, alhasil saya harus sering mendengarkan kutbah singkat dari istri tercinta tentang bagaimana menyimpan buku yang baik agar tidak berserakan dan rumah menjadi lebih rapi, atau keluhannya tentang lemari saya yang sudah penuh dengan buku sementara rumah kami besarnya hanya seemprit alias cuma sepetak. Biasanya dengan santai saya menjawab ,” Ah masih sedikit , kan kita sudah berencana menyumbang buku ke perpustakaan di kampung ” dan biasanya langsung dijawab tunai oleh istriku ,” Papa tuh cuma ngomong doang aja !”.
Membunuh Kemalasan
07/12/2009
Hampir sebulan ini saya dilanda penyakit yang bernama kemalasan, terutama malas untuk menulis Blog yang saya cintai ini. Selalu saja ada alasan saya untuk tidak memulai mengetik sepatah katapun atau sebaris kalimat untuk kemudian dirangkai menjadi suatu kisah.Padahal hampir setiap hari saya online namun waktu saya cendrung habis untuk mengecek email atapun bermain dengan Mr Google….waktu mengecek BLOG hanya sekedar memastikan berapa orang yang sudah mengunjunginya,bersedih kalau hanya beberapa gelintir yang mampir dan bergembira bila lebih dari 20 orang yang menengok. Terus terang gimana mau banyak yang melihat Blog saya kalau tidak pernah saya update dan percantik, ibaratnya gimana mau dapat hasil yang bagus kalau tidak mau usaha , ya nggak ?
Saat ini malahan kemalasan untuk menulis itu lebih parah dan berbanding terbalik dengan kerajinan saya untuk membaca blog orang lain terutama blognya Miss Trinity yaitu ” The Naked Traveller “. Asli saya benar benar menikmati setiap kisah yang diutarakan oleh Miss T , gaya bahasanya asik, mudah dimengerti, mengalir,informatif dan membuat kita gak mau stop sebelum kelar…..medah mudahan Miss T tidak besar kepala bila beliau berkesempatan membaca blog saya yang ancur ancuran ini ha…..ha….ha…… Sungguh blog tersebut membuat saya benar benar ingin bisa sesukses itu, please jangan males lagi deh……
Apalagi tadi malam saya menonton The Golden Way by Mario yang super, saya mengutip sedikit nasehatnya ,” Kebanyakan kita gagal justru karena kita sendiri yang membuat beragam alasan dan kata maaf bahwa diri kita sedang malas,pasti tidak bisa,pasti nanti diketawain orang,dll”.
Artinya semua penyakit sebenarnya datang dari diri kita sendiri atau istilah lainnya justru anda yang membuat mental block bagi diri anda sendiri. Pertanyaan selanjutnya adalah sanggupkah kita menembus mental block tersebut, bila anda mengatakan YA maka percayalah bahwa pikiran positif tersebut yang akan membawa anda mencapai keberhasilan, I hope this magic advice works for me too……
Dari yang sedang dilanda musuh semua orang bernama KEMALASAN.

Kepada seluruh rekan rekan perkenankanlah saya dan keluarga mengucapkan Selamat Harai raya Idul Fitri 1430 H, mohon maaf lahir dan bathin semoga amal ibadah kita diterima di sisi ALLAH dan kembali fitrah.
Lebaran sungguh merupakan moment yang tidak terlepaskan dari ibadah puas itu sendiri. Bahkan Allha mengharamkan berpuasa di tanggal 1 Syawal tersebut.Lebaran adalah kemenangan, namun pertanyaan saya kemenangan tersebut milik siapa. Apakah bila kita melaksanakan puas sebulan penuh tanpa batal kemudian kita sudah termasuk dalam kelompok pemenang?
Tunggu dulu sobat , banyak ulama yang mengeluarkan pendapat tentang hal ini dan sebagaian besar mengatakan bahwa PEMENANG di tangal 1 syawal adalah mereka yang meleksanakan puasa beserta amalan amalan lain sesuai dengan syariat dan semata mata mengharapkan ridho ALLAH.
ALLAH sendiri yang mengatakan, bila manusai berbuat baik maka itu adalah untuk dirinya sendiri, namun ketika manusia berpuas di bulan Ramadhan maka itu adalah untuk AKU “. Otomatis ini menjadi hal tersulit untuk menyatkan bahwa sesorang adalah PEMENANGNYA. Karena yang menilai ibadah puasa adalah ALLAH sendiri dan kita tidak bisa secara tiba tiba berkata,” Saya sudah benar dan saya pasti mendapatkan pahala”.
Oleh karena itu para ulama hanya dapat mengatakan bahwa PEMENANG akan terlihat dari tingkah lakunya setelah Ramadhan. Jika ia menjadi manusia yang lebih baik dan lebih soleh maka ialah PEMENANG SEJATI dari pertempuran besar melawan hawa nafsu selama sebulan penuh. Bila ternyata kita ternyata begitu gitu aja dan bahkan lebih buruk maka silahkan anda menilai sendiri.
Bagi saya pribadi kemenangan yang hakiki dari Ramadhan adalah hal yang saya cari. Saya ingin menjadi manusia baru dari sekarang, apakah saya termasuk yang demikian……….. penilaian dan pendapat orang lainlah yang dapat membuktikan semua itu. Saya hanya dapat berdoa dan berbuat ssesuai tuntunan NYA.
Semoga saja saya termasuk golongan orang yang bersedih dengan berakhirnya Ramadhan , semoga dipajangkan umurku agar sampai ke Ramadhan yang akan datang, ALLAHUAKBAR………..
When Time Goes Like Flying
03/08/2009
Senin, hari pertama di awal minggu. Ketika Senin tiba maka yang terbayang di benakku adalah kesibukan pekerjaan yang datang setelah sempat tertunda karena libur pada hari Sabtu dan Minggu. Karena siklus ini selalu berulang setiap minggu , maka hal ini tidak pernah saya permasalahkan bahkan saya sambut dengan gembira. Karena berarti saya akan disibukkan dengan kerjaan yang datang bertubi tubi dan tanpa terasa jam demi jam berlalu dengan cepat dan tiba tiba waktu apel siang telah tiba ( pukul 16.oo ) walaupun dalam kenyataannya aku baru bisa meninggalkan kantor dan kemudian kembali ke rumah menjelang magrib tiba.
Saya mencintai pekerjaan saya dan menyadari sepenuhnya bahwa apa adanya diri saya sekarang adalah merupakan buah dari pekerjaan yang telah saya lakoni selama hampir 13 tahun. Bahkan secara sederhana saya dapat katakan disinilah harapan dan masa depan saya terbentang luas dengan sisa masa pengabdian yang masih tersisa selama kurang lebih 24 tahun lagi. Sungguh merupakan rentang waktu yang panjang untuk berbuat dan melakukan sesuatu bagi organisasi, masyarakat, keluarga dan juga diri saya sendiri.
Menjadi Polisi adalah suatu kebanggaan dan rahmat yang tiada terkira namun bagaimana melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang melekat pada pundak seorang anggota Polri sebaik baiknya dan kemudian hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat barulah merupakan kenikmatan tiada tara. Mampukah aku? Jawabnnya bukan mampu atau tidak mampu tapi mau atau tidak mau aku menjadi seorang Polisi yang baik, semoga ALLAH selalu membimbing dan memberi petunjuk dalam setiap langkahku.