Gegap gempita pesta sepakbola sejagat yang akan berlangsung sebulan penuh telah dimulai, genderang telah ditabuh bertalu talu, para supporter dengan segala macam dandanan yang aneh dan nyentrik turut menyemarakkan perhelatan akbar ini. Tidak hanya mereka yang bersemangat , Afrika selatan juga bergelora, mempercantik kota, membangun stadion berkelas internasional, meningkatkan kemanan demi menepis cap sebagai kota dengan tingkat kriminalitas tertinggi di dunia, transportasi massal juga dibenahi demi memperlancar segalanya.

Gemerlap kota, megahnya stadion, kenyentrikan suporter, kerasnya bunyi terompet dan tamborin memang luar biasa. Tapi bukan itu semua yang ingin kita lihat tapi milyaran mata di seluruh penjurudunia justru ingin menyaksikan pertandingan sesungguhnya di lapangan hijau. Bagaimana tim tim yang bertanding sebagai negara terkuat yang mewakili belahan dunianya meperlihatkan kelihaian dalam mengolah bola untuk meraih kemenangan.

Ini pesta bagai para bintang dan selebritis lapangan hijau untuk memperlihatkan kebintangan serta kemampuan terbaiknya sehingga mereka layak dibanderol dengan harga Milyaran rupiah. Aksi dan kepiawaian mereka mengolah si kulit bundar sangat dinanti oleh para pecandu bola yang haus akan aksi aksi maut mereka serta gol gol indah yang nantinya akan tercipta.

Titisan Maradona alias Lionel Messi akan dapat kita saksikan dengan gocekan mautnya, Kaka akan memperlihatkan kemampuannya senagai ujung tombak tim, El Nino Torres akan memunculkan tanduk bantengnya yang mampu menggetarkan jala lawan , Ronaldo sang kebanggaan portugal akan membuktikan diri bahwa ia layak dijuluki sebagai pemain terbaik dunia, dan para bintang lainnya akan berlaku sama. Mereka ingin memuaskan dahaga para pecandu bola sejagat , agar dapat turut merasakan gairah dan atmosfer piala dunia walaupun terpisah jarak dan waktu.

Tiga puluh dua ( 32 ) negara yang terbagi dalam 8 grup bertanding sekuat tenaga untuk menjadi yang terbaik sejagat dan meraih Piala Dunia. Piala yang diincar dan diimpikan oleh semua peserta termasuk Tim Nasianal Indonesia , walaupun Timnas kita tidak ikut berlaga tapi saya berani yakin 1000 % bahwa kita semua “PUNYA MIMPI INDAH TERSEBUT ” .

Sesak nafas ini melihat Pantai Gading, sebuah negara yang boleh di bilang “jauh lah ” dari Indonesia, kecil negaranya, 3 juta penduduknya , tapi mampu tampil di piala dunia bahkan mampu menahan imbang tim sekelas Portugal. rasanya makin pening kepala ini memikirkan logika yang serasa makin aneh “kenapa kita tidak bisa memeilih 11 pemain diantara 200 juta penduduk Indonesia”. Pantai Gading yang tidak punya kompetisi lokal bisa punya tim kelas dunia. Irak yang negaranya porak poranda bahkan timnya harus berlatih di luar negaranya bisa jadi juara Asia…….makin gelaplah rasanya memikirkan nasib Tim Merah Putih kebanggan kita.

Lupakan nasib Timnas kita, sekarang mari kita fokus kembalai pada Piala Dunia , siapakah tim yang akan menjadi juara? Bagi seorang Harry Haryadi hanya ada satu tim di hatinya, SELACAO…………BRAZIL hanya itulah tim pujaan hatinya. Semoga jogobonito alias sepak bola indah akan mereka pertontonkan, menepis pendapat para pengamat bola bahwa “sepakbola indah” sudah mati, sekarang adalah era kemenangan, yang penting menang tanpa memperdulikan bagaimana cara mereka bermainuntuk menang.

Tapi tahukah anda bahwa tidak semua wilayah Indonesia dapat menonton secara langsung pertandingan pertandingan maut tersebut. Contohnya di tempat saya bertugas di Simalungun, untuk dapat menonton maka kita harus memasang parabola khusus dengan merek MATRIX seharga 2 juta rupiah dan sedihnya lagi itu hanya untuk digunakan selama sebulan penuh………………setelah itu selesai deh……

Terpaksalah selama sebulan ini saya agak menebalkan muka sedikit dan rajin bertamu demi memuaskan darah yang sudah terkontaminasi candu sepak bola. Mari kita lihat siapakah yang akan membawa Pila Dunia , siapa yang akhirnya akan dengan bangga mengangkat Pila Kehidupan tersebut dan membuktikan kepada dunia bahwa mereka adalah Sang Juara Sejagat.

———–

Harry Haryadi

Yang selalu rindu Tim Indonesia Bisa tampil di Pila Dunia

Masalah Palestina dan Israel kembali menghangat dengan adanya insiden Mavi Marmara. Sebuah kapal berbendera Turki yang memuat para sukarelawan dari berbagai bangsa termasuk Indonesia dan membawa bahan makanan serta obat obatan yang digunakan untuk membantu rakyat Palestina yang terpenjara di negaranya sendiri akibat blokade dan pengepungan oleh Isrel.

Secara hukum palestina jelas merupakan sebuah negara yang berdaulat,diakui oleh PBB dan memenuhi syarat sahnya suatu negara yaitu :

- Mempunyai kepala negara/pemerintahan.

- Mempunya wilayah.

- Mempunyai penduduk.

Kalaulah boleh saya menggunakan bahasa saya sendiri maka secara tegas saya katakan bahwa apa yang dilakukan oleh Israel sungguh merupakan suatu bentuk ekspansi yang terasa aneh di jaman moderen ini, mereka memperluas wilayahnya ke negara lain dan dilakukan secara terang terangan tanpa ada yang berani menegur bahkan oleh PBB sekalipun, sungguh ironis sekali.

Israel menyatakan bahwa mereka melakukan blokade dan menyerang kapal Mavi Marmara dengan dalih membela diri , bahan makanan dan obat obatan tersebut hanyalah kamulfase untuk menyelundupkan senjata untuk mempersenjatai para pejuang HAMAS . Bahkan tuduhan mereka yang terakhir adalah Palestina mempunyai 5000 rudal/peluru kendali.

Bagi saya hal ini sungguh sungguh menggelikan, memangnya kenapa kalau Palestina mempunyai senjata tersebut bahkan kalau Palestina juga punya seribu tank, 10 kapal induk bahkan sejuta pesawat tempur juga apa masalahnya ? Sudah jelas mereka negara berdaulat hingga hal yang wajar pula bila mereka mempunyai perlengkapan militer untuk melindungi negaranya, sepanjang itu tidak digunakan untuk menyerang negara lain.

Sebaliknya , bagaimana dengan Israel ? Mereka punya segalanya dari mulai senjata ringan , berat ,tank,pesawat tempur bahkan nuklirpun mereka punya, dengan dasar pemikiran diatas , ” Mengapa Israel boleh memilikinya sedangkan Palestina tidak ?”. Ketika 2 tahun lalu pesawat tempur israel memborbardir jalur gaza bahkan dilakukan saat bulan suci Ramadhan, apa reaksi dunia dan PBB ? Hanya mengutuk dengan keras tanpa berbuat apa apa. Kalau cuma mengutuk , semua juga bisa dan tidak perlu sekolah tinggi tinggi untuk mendapatkan ijazah mengutuk atau mengumpat dengan pedas.

Mereka terus membangun pemukiman dan memperluas wilayahnya, membangun tembok yang mengurung pemukiman palestina. Perlu kita ingat bahwa wilayah Israel sekarang telah mekar beberapa kali lipat sejak mereka membentuk suatu negara dengan bantuan Inggris pada periode tahun 50 an / setelah Perang Dunia II . Dan sampai saat ini niat itu tidak pernah berkurang bahkan makin parah hingga tujuan akhirnya tercapai yaitu menghapuskan Palestina dari peta dunia, herannya kok hal ini dibiarkan saja tanpa ada yang berani berbuat nyata untuk mencegahnya.

Saya yakin kita semua sepakat bahwa kedamamian harus tercipta di muka bumi Allah yang indah ini. Apakah perilaku sewenang wenang tersebut akan dibiarkan berlarut larut ? Terus terang saya tidak bisa menjawabnya, tapi  hanya bisa menumpahkan uneg uneg saya melalui Blog ini dan berdoa semoga kedamaian segera tercipta  hingga rakyat palestina bisa berdiri tegak sejajar dengan bangsa lainnya di bumi ini.

———————-

Tulisan in hanyalah sebuah pendapat pribadi tanpa maksud menyinggung siapapun dan sekedar ungkapan suara hati kami.

Apa ada yang pernah tahu dengan lagu grup band ARMADA yang sekarang lagi wara wiri di Dhasyat atau Inbox yang ditayangkan tiap pagi di televisi, ini reff lagunya :

Mau dibawa kemana hubungan kita
Jika kau terus menunda-nunda
Dan tak pernah menyatakan cinta
Mau dibawa kemana hubungan kita
Ku tak akan terus jalani
Tanpa ada ikatan pasti
Antara kau dan aku

Walaupun hanyalah seorang newbie alias new comer di dunia kepolisian sudah barang tentu hati ini juga ikut miris melihat berita yang lagi hangat hangatnya dibahas di stasiun televisi.Yaitu tentang Komjen Susno yang mengungkapkan adanya mafia di tubuh Polri terkait dengan penanganan kasus penggelapan pajak oleh Gayus Tambunan senilai sekitar 24 Milyar. Dan lembaran sebanyak itu uang semua lho…. bukan kertas monopoli.

Dengan jumlah yang setara maka uang tersebut dapat digunakan untuk menghidupi Polresta Binjai selama setahun penuh plus membayar gaji anggota yang jumlahnya 791 orang. Atau kalau mau bisa digunakan untuk membeli mobil patroli Ford double cabin sebanyak 24 unit dan cukup untuk diberikan kepada hampir semua Polres yang ada di Polda Sumatera Utara ( dengan catatan jumlah uangnya benar 24 M ).

Terus terang saya tidak tahu harus ngomong apa , semua yang diungkapkan adalah bobrok dan kudis yang ada di tubuh kami sendiri. Yang menjadi pertaruhan adalah institusi tempat kami berkarier sejak lulus pendidikan hingga nanti pensiun. Dan predikat sebagai pensiunan Polri akan tetap melekat hingga menutup mata.

Sisi positif dari drama ini tentunya akan lebih membuat Polri menjadi lebih baik lagi, transparansi yang selalu didengung dengungkan bukan lagi hanya sekedar jargon, tapi sudah menjadi suatu keharusan nyang tidak bisa ditawar. Sisi negatifnya bila ternyata kondisi ini dimanfaatkan oleh pihak pihak tertentu yang mengambil kesempatan dalam kesempitan dan pada akhirnya akan merugikan Polri sendiri.

Dalam posisi saat ini dimana gulungan benang tersebut masih kusut nggak karu karuan, saya yakin bila di pooling maka dipastikan tingkat kepercayaan masyarakat pada polri akan sampai ke titik nadir. Padahal saat ini Polri tengah memasuki tahap akhir dari GRAN STRATEGY tahap pertama yaitu TRUST BUILDING, bukankah ini sungguh sangat kontraproduktif.

Suka atau tidak suka harus diakui bahwa diri kita saat ini adalah hasil didikan dan belaian kasih sayang Polri yang menjadi Ibu Kandung kita dalam mengarungi pengabdian pada masyarakat. Katakan kebenaran walau itu memang pahit, tapi haruskah lumpur di tubuh ibu kita sendiri mesti dibersihkan dengan bantuan orang lain?

Perseteruan ini seperti pusaran arus yang terus berputar tanpa henti dan tidak tahu akan berakhir dimana. Yang pasti pusaran ini sudah membuat batu batu di pinggir sungai runtuh, buih buihnya seperti deterjen yang mencuci baju, pusarannya menarik semua yang ada disekitarnya ke tengah, entahlah akan bagaimana lagi? Saya senantiasa berdoa semoga prahara ini segera berlalu dan tentunya akan membawa kebaikan pada semua pihak terlebih lagi institusi POLRI yang kami cintai.

Pada akhirnya , MAU DIBAWA KEMANA HUBUNGAN KITA , ANTARA KOMJEN SUSNO DAN POLRI ?

Harry Haryadi

Yang resah dan gelisah menanti akhir drama ini.

Berkelana menelusuri dunia maya memang mengasikkan, terlebih lagi dengan berfacebook ria yang benar benar tengahi booming saat ini. Sudah terbukti ampuh dan dibuktikan oleh jutaan orang bahwa situs pertemanan ini telah menjadi alat yang paling mumpuni untuk menemukan teman,sahabat,keluarga bahkan orang yang paling anda benci ataupun sebaliknya.

Menemukan teman yang telah lama pergi atau hilang entah lemana sungguh sungguh suatu kegembiraan tiada tara. Bisa memandang wajahnya saat ini, keluarganya,keberhasilannya,pencapaiannya,dlll. Ketika sepotong gambar masa lalu dimunculkan maka kita seolah ditarik kembali oleh putaran waktu ke masa silam, kenangan akan suasana sekolah yang begitu akrab, kantin bawah yang baunya selalu membuat perut keroncongan, suara guru tercinta yang berteriak lantang saat mengajar, tawa canda ceria teman teman yang asik mengobrol, atau pojokan perpustakaan yang menjadi saksi bisu pertautan dua insan.

Terbayang wajah wajah teman yang dulu begitu akrab, kenakalan kenakalan yang terurai kembali satu persatu satu. Masih teringat naifnya pikiran masa muda yang begitu sempit, hidup yang kami kenal hanyalah seputaran rumah dan SMP XAverius 2 tercinta , dunia kami masih seperti katak dalam tempurung namun ditengah usia yang tengah meradang kami merasa telah mengenal dunia seutuhnya.

Ternyata kami tersentak dan tersadar oleh bunyi guntur yang menggelegar di langit, ” HANYA DARI JENDELA SMP KAMI MEMANDANG “

Apabila anda bertanya cintakah dengan kota Jambi? Maka saya akan menjawab, “Saya cinta sekali dengan kota Jambi, kota kelahiranku dengan segala kelebihan dan kekurangannya”. Pada edisi Kompas tanggal 13 Jnuari kemarin di halaman muka menceritakan seorang kakek yang berprofesi sebagai sais sado ( link bisa di lihat http://regional.kompas.com/read/2010/01/13/06471090/Rezeki.yang.Kian.Ciut.di.Usia.Senja ) . Sado adalah sebutan oleh orang Jambi untuk kereta yang ditarik dengan kuda , moda transportasi ini pernah mengalami masa keemasannya sampai dengan tahun 70 an untuk kemudian digerus jaman dengan pesatnya kepemilikan kendaraan bermotor dan perbaikan taraf hidup masyarakat.

Simpang Sado, menyebutkan nama tempat ini membuat pikiranku berkelana ke masa lalu , masa saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar tepatnya SD Xaverius Jambi. Dulu sekolah ini merupakan salah satu sekolah elit di kota Jambi dan merupakan suatu kebanggaan untuk bisa bersekolah disana. Selain letaknya pada sentra ekonomi di tengah kota Jambi juga terkenal dengan pusat jajanannya yang terletak persis di depan sekolah kami ,memanjang dari ujung ku ujung kurang lebih 100 m. Apa saja bisa anda temukan disini dari mulai somay Bandung, empek empek, mie celor, gado gado , lontong sayur hingga penjual buah segar……..jadi pengen makan empek empek nih jadinya.

Jika anda keluar dari gerbang SD Xaverius dan kemudian berbelok kiri menuju jalan besar kurang lebih 50 meter dan kemudian berbelok ke kiri menyusuri jalan besar tersebut sejauh kurang lebih 250 meter maka kita akan bertemu sebuah perempatan yang dinamakan dengan SIMPANG SADO , dari namanya mudah sekali untuk menebak bahwa di simpang tersebut tempat mangkalnya tukang sado yang menawarkan jasa mengantar penumpang menuju ke suatu tempat.

Tempat itu sangat kami kenal selain tempat yang strategis untuk naik oplet atau menunggu kendaraan umum juga akses utama menuju ke daerah Pecinan di kota Jambi. Kemudian persis di sisi simpang yang letaknya diagonal dengan pangkalan tukang sado adalah kawasan perbankan yang ramai dikunjungi. Masih jelas dalam benakku saat pertamakali belajar menabung yaitu di Bank Danamon , kalau nabung cuma 500 perak tapi asik karena ruangannya ber AC jadi betah ngadem disana.

Seingatku hanya sekali aku pernah menggunakan jasa tukang sado tersebut yaitu untuk kelling Pecinan bersama orang tuaku, tapi ingatan tersbeut terasa samar samar namun hanya itulah kenangan yang tersisa selain bau kotoran kuda sebagai tanda bahwa anda berada di SIMPANG SADO ha…ha….ha…….

Mengingat kenangan masa kecil sungguh membuat hati ini rindu untuk menengok kampung halaman, namun apa daya tuntutan pekerjaan tidak memungkinkan untuk bisa pulang kesana, titip rindu buat kampung halaman nan jauh disana , kelak ku akan kembali dan mendarma baktikan tenaga ini buat kampung halaman tercinta……..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.